Watermelon

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Cucurbitales
Family: Cucurbitaceae
Genus: Citrullus
Species: C. lanatus

Binomial name
Citrullus lanatus
(Thunb.) Matsum. & Nakai

Watermelon (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai, family Cucurbitaceae) refers to both fruit and plant of a vine-like (climber and trailer) herb originally from southern Africa and one of the most common types of melon. This flowering plant produces a special type of fruit known by botanists as a pepo, which has a thick rind (exocarp) and fleshy center (mesocarp and endocarp); pepos are derived from an inferior ovary and are characteristic of the Cucurbitaceae. The watermelon fruit, loosely considered a type of melon (although not in the genus Cucumis), has a smooth exterior rind (green and yellow) and a juicy, sweet, usually red, but sometimes orange, yellow, or pink interior flesh.

History
Tsamma in the Kalahari (Kgalagadi Transfrontier Park)David Livingstone, an explorer of Africa, described watermelon as abundant in the Kalahari desert, where it is believed to have originated. There, the ancestral melon grows wild and is known as the Tsamma melon (Citrullus lanatus var tastius).[citation needed] It is also known in Zimbabwe as 'nwiwa, mwiwa or iswe'. The plant has pinnatifid leaves. The flesh is similar to the rind of a watermelon and is often known as citron melon (distinct from the actual citron, of the citrus family); it is used for making jam and other preserves, and has a high content of pectin.[citation needed] It has established itself in the wild in Baja California.[citation needed]

It is not known when the plant was first cultivated, but Zohary and Hopf note evidence of its cultivation in the Nile Valley from at least as early as the second millennium BC. Finds of the characteristically large seed are reported in Twelfth dynasty sites; numerous watermelon seeds were recovered from the tomb of Pharaoh Tutankhamun,[1] although the existence of the fruit in ancient Egypt is not certain because it is not depicted in any hieroglyphic text nor does any ancient writer mention it. It wasn't present in any other culture of the ancient Mediterranean. By the 10th century AD, watermelons were being cultivated in China, which is today the world's single largest watermelon producer. By the 13th century, Moorish invaders had introduced the fruit to Europe; and, according to John Mariani's The Dictionary of American Food and Drink, "watermelon" made its first appearance in an English dictionary in 1615.
Read more ...

source from : http://en.wikipedia.org/

Semangka Tanaman Berkhasiat Obat

Semangka
(Citrullus vulgaris Schrad.)
Sinonim :
C, lanatus (Thunb.) Matsumara & Nakai, C. lanata (Thunb.) Mansf., C. edulis Spach., Colocynthis citrullus (L.) O. Ktze., Cucurmis citrullus (L.) ser., Cucurbita citrullus L., C. anguria Duch., Momordica lanata Thunb.

Familia :
Cucurbitaceae

Uraian :
Semangka berasal dari daerah tropik dan subtropik Afrika. Tumbuh liar di tepi jalan, padang belukar, pantai laut, atau ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman buah. Semangka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 m dpl. Terna semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengan sulur-sulur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjangnya 1,5--5 m. Sulur tumbuh dari ketiak daun, bercabang 2--3. Daun letak berseling, bertangkai, helaian daun lebar dan berbulu, berbagi menjari, dengan ujung runcing, panjang 3--25 cm, lebar 1,5--15 cm, tepi bergelombang, kadang bergigi tidak teratur, permukaan bawah berambut rapat pada tulangnya.

Bunga uniseksual, keluar dari ketiak daun, tunggal, biasanya bunga jantan lebih banyak, berbentuk lonceng lebar, warnanya kuning, mekar pada pagi hari. Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, besar bervariasi dengan panjang 20--30 cm, diameter 15--20 cm, dengan berat mulai dari 4 kg sampai 20 kg. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warnanya bermacam-macam seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih. Daging buah warnanya merah, merah muda (pink), jingga (oranye), kuning, bahkan ada yang putih. Biji bentuk memanjang, pipih, warnanya hitam, putih, kuning, atau cokelat kemerahan. Ada juga yang tanpa biji (seedless). Biji yang sudah diolah disebut kuaci. Cara membuatnya, kumpulkan biji, lalu jemur dan sangrai. Setelah dingin, rendam dalam air garam seharian, lalu jemur kembali di panas matahari.

Semangka selain dimakan sebagai buah segar juga dapat diminum sebagai jus. Buah semangka jangan dimakan dengan gula aren karena dapat terbentuk racun, terutama sangat mengganggu pada orang yang pencernaannya lemah. Racun ini dapat menimbulkan kejang-kejang dan diare sampai menyebabkan kematian. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Jawa: samangka, semongka, watesan, ghulengghuleng. Sumatera: mandike, karamboja, kalambosa, kamandriki. Maluku: mendikai, semangka, pateka, samangka. Lampung: lamuja, karamujo, ramujo, samaka. Halmahera: samaka, hamaka, hama'a. NAMA ASING Xi gua (C), watermelon (I), melon d'eau, wasserkurbis, watermeloen. NAMA SIMPLISIA Citrulli Fructus (buah semangka), Citrulli Pericarpium (kulit buah semangka).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kulit buah dan daging buah rasanya manis, sifatnya dingin, afinitas ke meridian jantung, lambung, dan kandung kemih. Semangka berkhasiat sebagai penyejuk tubuh selagi cuaca panas, peluruh kencing (diuretik), antiradang, melumas usus, dan menghilangkan haus. Pada pengobatan tradisional Cina, semangka digunakan untuk melawan bentuk "summer heat" yaitu gejala penyakit yang ditandai dengan banyak berkeringat, rasa haus, suhu tubuh meningkat, warna urine jernih, diare, dan mudah marah. Buah atau jus buahnya meringankan gejala-gejala di atas, meningkatkan keluarnya urin, dan membersihkan ginjal. Biji rasanya manis, sifatnya netral. Berkhasiat peluruh kencing (diuretik), menyehatkan ginjal, menyejukkan pada radang kandung kemih, dan melembabkan usus.

EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Mengonsumsi semangka yang mempunyai kadar likopen cukup tinggi mengurangi risiko terkena kanker prostat. Pada percobaan yang dilakukan All India Institute of Sciences New Delhi pada 30 orang pria tidak subur berusia 23--45 tahun yang diberi 20 mg likopen dua kali sehari selama 3 bulan, menunjukkan peningkatan jumlah sperma, struktur sperma membaik, dan peningkatan pergerakan sperma. Dari 30 responden tersebut, 6 diantaranya berhasil menghamili istrinya. Senyawa asam amino sitrulin dapat meningkatkan produksi nitritoksida, yang berperan pada kemampuan ereksi pada pria. Sitrulin mudah diserap tubuh sehingga konsentrasi maksimum di dalam darah lebih mudah dicapai.

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, daging buah, dan bijinya. Untuk kulit buah, setelah isinya dimakan dan kulit lapisan luarnya dibuang maka bagian yang berwarna putih bisa digunakan segar atau setelah dikeringkan.

INDIKASI
Kulit buah semangka digunakan untuk pengobatan:
bengkak karena timbunan cairan pada penyakit ginjal,
kencing manis (diabetes melitus),
gatal karena tanaman berracun,
sakit sewaktu bangun tidur pagi akibat alkohol (hangover),
migren,
mencegah kerontokan rambut,
menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah,
kulit kasar, luka bakar, dan terbakar matahari.

Daging buah digunakan untuk pengobatan:
pingsan karena udara panas (heatstroke),
rasa letih,
demam, haus disertai mulut kering, napas berbau,
air kemih warnanya gelap dan kuning tua, nyeri sewaktu kencing,
perut kembung karena banyak gas,
susah buang air besar (sembelit),
sakit tenggorok, sariawan,
hepatitis,
tekanan darah tinggi (hipertensi),
disfungsi ereksi (impoten),
meningkatkan kesuburan pria,
keracunan alkohol (alkoholism),
asam urat tinggi, dan
menghilangkan kerutan di wajah.

Biji digunakan untuk:
susah buang air besar selama hamil atau usia tua,
radang hati, radang selaput lendir usus,
infeksi kandung kemih,
kurang darah (anemia),
membasmi cacing usus, dan
busung lapar.

CARA PEMAKAIAN
Rebus kulit buah (10--30 g), lalu minum. Daging buah dimakan atau dijus secukupnya. -
Untuk pemakaian luar, gosokkan kulit buah pada kulit kepala untuk mencegah kerontokan rambut atau gatal gatal karena tanaman beracun. Gunakan air rebusan kulit buah untuk mencuci muka yang berjerawat, kulit yang berkudis, atau biang keringat.

CONTOH PEMAKAIAN
Busung lapar
Jemur biji semangka secukupnya sampai kering, lalu giling sampai menjadi serbuk. Ambil satu sendok makan, lalu seduh dengan tiga perempat cangkir air panas. Setelah hangat, tambahkan satu sendok makan madu. Aduk merata, minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

Mencegah kerontokan rambut
Ambil sepotong kulit buah semangka yang hanya tersisa dagingnya yang keras dan berwarna putih. Gosok-gosokkan pada kulit kepala secara merata. Lakukan pada sore hari, lalu biarkan semalaman supaya meresap. Keesokan paginya, cuci rambut sampai bersih. Lakukan sekali dalam seminggu.

Tekanan darah tinggi
Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum dua gelas jus buah semangka.
Seduh dengan air mendidih kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 g. Minum seperti teh.

Menghaluskan kulit dan menghilangkan flek hitam di wajah
Jemur kulit semangka secukupnya sampai kering, lalu giling menjadi serbuk. Masukkan dua sendok makan serbuk tadi ke dalam jus yang dibuat dari satu batang lidah buaya dan satu buah mentimun ukuran sedang. Setelah diaduk rata, gunakan sebagai masker. Lakukan 2--3 kali seminggu, sampai kelihatan hasilnya.

Gatal di badan karena terkena tanaman berracun
Gosokkan bagian tubuh yang gatal dan kemerahan dengan buah dan kulit semangka.

Tekanan darah tinggi dan anemia
Buah semangka ukuran sedang diambil seperempat bagiannya. Buat jus kulit, biji dan daging buahnya, lalu minum sekaligus.

Demam, mulut kering dan haus, rasa pahit di mulut, -napas berbau, air kemih berwarna kuning tua, nyeri sewaktu kencing, hangover
Makan daging buah semangka segar sebanvak 500-1.000 g. Lakukan 2--3 kali sehari.

Heat stroke, rasa lemah, sakit kepala akibat panas matahari dan mual
Jus buah semangka secukupnya. Minum 1--2 cangkir, diulang 2--3 kali sehari sampai terasa enak.

Kencing manis .
Potong-potong kulit buah semangka (30 g) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas dan minum setelah dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2--3 kali.
Rebus biji semangka (1 genggam) dengan satu liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh dan lakukan setiap hari.

Susah buang air besar selama hamil atau usia tua
Giling daging biji semangka (15 g) sampai halus, tambahk

Komposisi :
Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin (A, B dan C). Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin (C6H13N3O3), asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen (C4oH56), karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Sitrulin dan arginin berperan dalam pembentukan urea di hati dari amonia dan CO2 sehingga keluarnya urin meningkat. Kandungan kaliumnya cukup tinggi yang dapat membantu kerja jantung dan menormalkan tekanan darah. Likopen merupakan antioksidan yang lebih unggul dari vitamin C dan E. Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning 20--45%, protein 30--40%, sitrullin, vitamin B12, dan enzim urease. Senyawa aktif kukurbositrin pada biji semangka dapat memacu kerja ginjal dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Sumber : Ipte.net.id

Herb

A(n) herb is a plant that is valued for qualities such as medicinal properties, flavor, scent, or the like.

Uses
Herbs have a variety of uses including culinary, medicinal, or in some cases even spiritual usage. General usage differs between culinary herbs and medicinal herbs. In medicinal or spiritual use any of the parts of the plant might be considered "herbs", including leaves, roots, flowers, seeds, resin, root bark, inner bark (cambium), berries and sometimes the pericarp or other portions of the plant.

Culinary herbs
Culinary use of the term "herb" typically distinguishes between herbs, from the leafy green parts of a plant, and spices, from other parts of the plant, including seeds, berries, bark, root, fruit, and even occasionally dried leaves. Culinary herbs are distinguished from vegetables in that, like spices, they are used in small amounts and provide flavor rather than substance to food.

Some culinary herbs are shrubs (such as rosemary, Rosmarinus officinalis), or trees (such as bay laurel, Laurus nobilis) – this contrasts with botanical herbs, which by definition cannot be woody plants. Some plants are used as both a spice and a(n) herb, such as, dill seed and dill weed or cilantro (leaves) and coriander (seeds).

Medicinal herbs
Plants contain phytochemicals that have effects on the body. There may be some effects even when consumed in the small levels that typify culinary "spicing", and some herbs are toxic in larger quantities. For instance, some types of herbal extract, such as the extract of St. John's-wort (Hypericum perforatum) or of kava (Piper methysticum) can be used for medical purposes to relieve depression and stress. However, large amounts of these herbs may lead to poisoning, and should be used with caution. One herb-like substance, called Shilajit, may actually help lower blood glucose levels which is especially important for those suffering from diabetes. Herbs have long been used as the basis of traditional Chinese herbal medicine, with usage dating as far back as the first century CE.[2]

Some herbs are used not only for culinary and medicinal purposes, but also for recreational purposes; one such herb is cannabis.

Religious herbs
Herbs are used in many religions – such as in Christianity (myrrh (Commiphora myrrha), ague root (Aletris farinosa) and frankincense (Boswellia spp)) and in the partially Christianized Anglo-Saxon pagan Nine Herbs Charm. In Hinduism a form of Basil called Tulsi is worshipped as a goddess for its medicinal value since the Vedic times. Many Hindus have a Tulsi plant in front of their houses.

Botanical herbs
Main article: Herbaceous plant
In botanical usage a herb or herbaceous plant is any non-woody plant, regardless of its flavor, scent or other properties. A botanical herb cannot therefore be a woody plant such as a tree or shrub.

See also :


Source From Wikipedia, the free encyclopedia

Purwoceng herbal, viagra from java

Purwoceng, Viagra from java
Purwoceng merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dikenal berkhasiat sebagai obat perkasa kaum lelaki. Karena itu, Purwoceng juga mendapat sebutan ‘Viagra Jawa’. Kenapa bisa demikian?

Purwoceng sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro. Masalah budi daya Purwoceng ini pernah dipaparkan Ireng Darwati, mahasiswa S3 program studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kultur Kalus dan Kultur Akar Rambut Purwoceng untuk Menghasilkan Metabolit Sekunder dan Harapan untuk Pengembangan Tanaman Purwoceng di Masa Mendatang,” di Kampus IPB Darmaga, Bogor (Suara Pembaharuan, 23/02/2007).

Nama Latin purwoceng semula adalah Pimpinella pruacan, tapi kemudian direvisi menjadi Pimpinella alpina. Tumbuhan ini ditemukan di Pegunungan Alpen di Swiss, pada ketinggian 2.000-3.000 meter di atas permukaan laut. Mengenai tempat tumbuh Purwoceng di Indonesia semula dikenal tumbuh liar di kawasan Dieng pada ketinggian 2.000-3.000 m dpl. Namun menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (1987), sebaran tanaman purwoceng di Indonesia kini meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Wahyuni et al. (1997) menyatakan bahwa purwoceng dapat tumbuh di luar habitatnya seperti di Gunung Putri Jawa Barat dan mampu menghasilkan benih untuk bahan konservasi. Potensi tanaman purwoceng cukup besar, tetapi masih terkendala oleh langkanya penyediaan benih dan keterbatasan lahan yang sesuai untuk tanaman tersebut (Yuhono 2004). Selain di Dieng, Purwoceng juga tumbuh di pegunungan Iyang, Jawa Timur (dikenal sebagai suripandak abang). Di Gunung Tengger dinamai gebangan depok. Kendati sebutan nama latinnya berubah-ubah, para peneliti memiliki satu kesimpulan yang sama bahwa Purwoceng termasuk tanaman obat.

Apa Saja Manfaat Purwoceng?
Eni Hayani dan May Sukmasari pernah memaparkan, seluruh bagian tanaman purwoceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, terutama akar. Akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 1987), yaitu khasiat suatu obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. Pada umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah. Di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang digunakan sebagai aprosidiak lebih banyak hanya berdasarkan kepercayaan dan pengalaman (Hernani dan Yuliani 1991).

Penggunaan tanaman obat dibidang pengobatan pada prinsipnya tetap didasarkan pada prinsip-prinsip terapi seperti pada penggunaan obat moderen. Oleh karenanya informasi kandungan senyawa aktif tanaman obat mutlak diperlukan. Umumnya tanaman obat jarang memiliki bahan senyawa tunggal, sehingga sulit untuk memastikan kandungan aktif mana yang berkasiat untuk pengobatan penyakit tertentu. Misalnya khasiat akar tanaman purwoceng (Pimpinella alpina) yang diketahui dari pengalaman-pengalaman orang kemudian berkembang menjadi image berkasiat sebagai aprodisiak, ternyata mengandung turunan dari senyawa sterol, saponin dan alkaloida (Caropeboka dan Lubis, 1985).

Sidik, et al. (1985) mengatakan bahwa akar purwoceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Hernani dan Yuliani (1990) mengatakan bahwa bahan aktif purwoceng terbanyak terletak pada bagian akarnya.

Tanaman purwoceng mempunyai kandungan bahan yang bersifat aprodisiak menyebabkan keberadaannya semakin dicari orang. Pada mulanya, tanaman purwoceng digunakan oleh penduduk disekitar pegunungan Dieng (daerah asalnya) hanya untuk pemeliharaan kesehatan atau peningkatan derajat kesehatan. Namun sejalan dengan perkembangan penelitian dan isu yang dihembuskan, tanaman ini berkembang menjadi komoditas yang sangat ”laku jual” sebagai bahan aprodisiak, bahkan kini telah dipopulerkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani setempat dengan sebutan ”Viagra Jawa”.

Keberadaan tanaman yang semakin langka disebabkan selain karena terdesak oleh pesatnya permintaan, juga karena pengadaannya memerlukan waktu. Atas dasar kelangkaan dan isu aprodisiak tersebut harga yang terjadi sekarang sangat tinggi.

Source :
Dari berbagai sumber,
http://jamu-erotis.blog.com/1906233/

Natural Herbs Medicine - Improve Your Health Naturally

By Tatyana Turner

Natural herbs can be used to cure many health problems. Here are a few ways in which you too can improve your health and increase your energy level using only natural herbal remedies.

Many uses of natural herbs

People use herbs differently to improve their ways of life. For instance, you may find diet herbal supplement, as well as body creams and lotions with medicinal herbs.

Most commonly natural herbs are used to combat:

- high blood pressure
- acne
- arthritis
- difficulties with menopause
- hair loss
- anxiety
- depression

Medicinal natural herbs are mostly found in Asia. One reason is climate - warm and humid it promotes plants growth. It is also traditional way of living, using healing herbs as natural remedies. Recently the Western world has also caught on the usage of medicinal herbs, as being better than the use of traditional medicines. Most commonly use natural herbs are Aloe Vera, Tee Tree, chamomile, Rosemary, Sage and St John's wort.

Why people prefer alternative herbal treatments to conventional drugs?

Many of us trust healing plants in place of common medicine, because using herbal medicine is a safer alternative to ordinary drugs. Natural herbs almost always will give you the results desired however, it will not work as fast as strong conventional drugs. This happens because healing herbs work for your entire body, making it stronger, not just fight one problem. However, natural herb medicine is still medicine which means that a doctor should prescribe your herbal remedy. Also remember to finish the course even after you started to feel better, otherwise you will not gain the full benefit of herbal treatment.

Finding the right natural medicinal herbs for you

Many people with serious chronic diseases turn to natural remedies for cure, relief and a generally better life. Even though natural herbs are harmless, selecting the right herbal remedy is important, because there are no magical "cure all" herbs. For herbal medicine to work best it should be taken at the right dosage and at the right time of day, usually morning is recommended.

And how will you know what herbs you need? The only way is to check with a doctor if there is an herbal treatment for your condition and whether it will help you. Don't just go to a Chinese herbs shop and buy whatever remedy they recommend, it might not work for you.

Taking any medicine including medicinal herbs without doctor's advice is really not a good idea, because healing plants are still medication. Never forget that you will not gain any benefits if you administer the wrong herb, quantity or treatment.

Locating your natural herbal remedies

Visit a clinic that specializes on alternative medicine, they can give you qualified advice. They will fully check your health. Be prepared to go through a full examination, because for holistic medicine it is very important to cure all diseases as a complex. After that the doctor will tell you what natural herb or combination of herbs you need, to cure or relief to your suffering as well as help you live longer and healthier.

You can find very many herbs that have medicinal properties. So all you really need to do is to determine which herbs to use for which situation. Than discuss it with your doctor and you will be on the path to curing your diseases with natural herbs.

Article Source: http://www.articlesbase.com/non-fiction-articles/natural-herbs-medicine-improve-your-health-naturally-95698.html

Tatyana Turner is a publisher of Medicinal Herbs Guide where you can find comprehensive information about all types of medicinal herbs to cure a variety of diseases

Tags: Herbal Remedies, Natural Herbs, Medicinal Herbs, Healing Herbs

Lengkuas Pengganti Formalin

LENGKUAS (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering digunakan oleh para ibu di dapur sebagai penyedap masakan. Manfaat lain tanaman dari India ini adalah sebagai bahan ramuan tradisional dan penyembuh berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan jamur kulit. Namun, di luar dua manfaat tersebut, lengkuas ternyata juga punya peran dalam memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanan karena aktivitas mikroba pembusuk. Pendeknya, lengkuas dapat berperan sebagai pengganti fungsi formalin yang sekarang sedang hangat diperbincangkan.

Kita mengenal ada dua jenis tumbuhan lengkuas, yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varietas berimpang umbi merah yang ukurannya lebih besar. Lengkuas berimpang umbi putih umumnya digunakan sebagai penyedap masakan, sedangkan lengkuas berimpang umbi merah banyak digunakan sebagai obat. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas.

Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Beberapa kegunaan lengkuas sebagai tanaman obat mulai dari mengobati rematik, sakit limpa, membangkitkan nafsu makan, bronkhitis, morbili, panu, antibakteria, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mencairkan dahak, mengharumkan serta merangsang otot bahkan dapat membangkitkan gairah seks.

Di samping itu, lengkuas merah bila dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 – 5 : 1 dan dimasak dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan tahi lalat.

Antimikroba
Peran lengkuas sebagai pengawet makanan tidak terlepas dari kemampuan lengkuas yang memiliki aktivitas antimikroba. Antimikroba adalah senyawa biologis atau kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas mikroba, khususnya mikroba perusak dan pembusuk makanan. Zat antimikroba dapat bersifat bakterisidal (membunuh bakteri), bakteristatik (menghambat pertumbuhan bakteri), fungisidal (membunuh kapang), fungistatik (menghambat pertumbuhan kapang), ataupun germisidal (menghambat germinasi spora bakteri).

Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komponen di dalam rempah-rempah bersifat sebagai antimikroba, sehingga dapat mengawetkan makanan. Komponen rempah-rempah yang mempunyai aktivitas antimikroba terutama adalah bagian minyak atsiri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB yang dimotori oleh Winiati Pudji Rahayu misalnya telah membuktikan bahwa lengkuas merah yang muda memiliki aktivitas antimikroba yang tinggi, yaitu dengan daya hambat rata-rata 38,3 persen. Lengkuas ini mampu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan perusak pada pangan khususnya terhadap Bacillus cereus. Penelitian yang dilakukan terhadap ikan kembung terbukti dapat memperpanjang masa simpan ikan kembung pada suhu 40 oC dari 5 hari menjadi 7 hari dengan menggunakan bubuk lengkuas 2,5 persen yang dikombinasikan dengan garam 5 persen.

Penelitian ini telah berhasil menemukan sebuah pengawet alami untuk membuat makanan tetap segar dan tahan lama. Pemanfaatan lengkuas diharapkan mampu memperpanjang masa simpan bahan pangan dan minuman tanpa mengurangi kualitas dan lebih penting tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Pengawet alami ini jelas lebih murah dan mudah didapat di sekitar kita.

Hal ini membuktikan bahwa alam telah menyediakan solusi yang murah dan aman untuk kesehatan. Formalin adalah masa lalu yang harus segera kita tinggalkan jauh-jauh sebagai pengawet makanan. Masih banyak cara yang aman dan alami untuk mengelola bahan makanan dan minuman supaya awet dan tahan lama tanpa mengensampingkan aspek keamanan bagi kesehatan manusia.*** PR-Kamis, 26 Januari 2006

Kabelan Kunia, M.Si.
Pusat Bioteknologi ITB/dari berbagai sumber.
tags :

Tanaman Obat Indonesia Lengkuas

Lengkuas
(Alpinia galanga, Linn., Willd.)
Sinonim :
Lenguas galanga, Linn., Stuntz.

Familia :
Zingiberaceae

Uraian :
Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 1 - 1200 m diatas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 2500 - 4000 mm/tahun 3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 - 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 - 5 bulan 5. Suhu udara : 29' C - 25' C. 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial. 2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : 50 - 100 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran : 10 - 30 cm dari permukaan tanah 6. Kesuburan : sedang - tinggi

Nama Lokal :
Greater galingale (Inggris), Lengkuas (Indonesia); Laos (Jawa), Laja (Sunda);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu;

Pemanfaatan :

1. Reumatik
a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam
kampung
Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya,
telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya,
kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari

b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk
merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama
hingga airnya tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu

2. Sakit Limpa
Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

3. Membangkitkan Gairah Seks
Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica,
1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk
diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain
dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
Cara menggunakan: diminum.

4. Membangkitkan Nafsu Makan
a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu
mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh
bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa
yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang
temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit
adas pulawaras.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari

5. Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing
2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda,
0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Morbili
Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh
minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.
Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur
dengan bahan lainnya sampai halus.
Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

7. Panu
a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan
sore.

b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus
Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.
Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan
potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus

Komposisi :
Senyawa kimia yang terdapat pada Lenguas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning.
sumber : iptek.net.id

Tempuyung Tanaman Obat Indonesia

Tempuyung
(Sonchus arvensis L.)
Sinonim :

Familia :
Asteraccae (Compositac)

Uraian :
Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris).;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan.

INDIKASI :
Tempuyung dapat mengatasi:
- batu saluran kencing dan batu empedu,
- radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
- disentri,
- wasir,
- beser mani (spermatorea),
- darah tinggi (hipertensi),
- pendengaran berkurang (tuli),
- rematik gout, memar, dan
- bisul, luka bakar.

CARA PEMAKAIAN :
Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Radang payudara
Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas
air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

2. Bisul
Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu
ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

3. Darah tinggi, kandung kencing dan kandung empedu berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan
sebentar. Makan sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali
sehari.

4. Kencing batu
a. Daun tempuyung kering sebanyak 250 mg direbus dengan 250 cc
air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi
untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari
sampai sembuh.

b. Daun tempuyung, daun avokad (Persea americana), daun sawi
tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5
lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3
gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air
yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus)
segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari gula
enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3
gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring,
lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

5. Pendengaran berkurang (tuli)
Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak.
Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya
diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

CATATAN :
Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit dan dingin. KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN : 1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). 2. Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
sumber : iptek.net.id

7 Herbs You Need To Know

By: Ken Charnly

Herbs are the culinary and medicinal plants. These are the low-growing aromatic plants which are used fresh or dried for seasoning, for their medicinal properties, or in perfumes. There are a wide variety of herbs such as super kelp, garlic, parsley, green tea extract, horse chestnut, milk thistle and oregano oil.

Herbs are very useful in strengthening the body and in treating the diseases. However they contain active substances that can trigger side effects and interact with other herbs, supplements, or medications. So, they should be taken on the advice of an herbal practitioner.

Super Kelp
Super kelp (also known as "Sea kelp" and "Sea wrack") is a sea herb that is one of the best sources of natural iodine and trace elements. It is also used as the principle agent in cures for obesity. In addition, it cleans out the kidneys and stimulates the thyroid and pituitary gland to produce growth hormones.

Garlic
Garlic is a natural anti-biotic and is used to disinfect wounds, treat ear infections, cholera and typhus. This herb is anti-fungal and anti-oxidant agent and can help lower cholesterol. It may also be beneficial for risk factors for heart disease, including high blood pressure, high cholesterol, diabetes and cancer. The excess of garlic can cause upset stomach/flatulence, occupational asthma, postoperative bleeding, bloating, bad breath, body odor, and skin irritation. People with bleeding disorders should not use garlic.

Parsley
Parsley (Petroselinum) is one of the best known, diuretic and most nutritious herbs which contain large quantities of vitamins A, B, C and minerals calcium, iron, phosphorous, potassium and magnesium. It's very useful for kidney and urinary problems and water retention. Its usefulness can be judged by the saying: "if parsley is thrown into fishponds it will heal the sick fishes therein".

Green Tea Extract
Green tea extracts are one of the nature's most powerful anti-oxidants. It helps prevent both heart disease and cancer by helping prevent vascular blood clotting and reducing cholesterol. It possesses antimicrobial properties that support immune-system health and protects against digestive and respiratory infections. The excess of green tea extracts may cause irritability, insomnia, heart palpitation, dizziness, nausea, vomiting, diarrhea, headaches, and loss of appetite.

Horse chestnut
Horse chestnut supports the vessels of our circulatory system and helps strengthen capillary cells and reduce fluid breakage. It is believed to be an excellent antioxidant to prevent wrinkles. It also helps in the treatments of phlebitis, varicosity and hemorrhoids.

Milk Thistle
Milk thistle has some active substances that helps maintain healthy liver function by protecting the liver from damage caused by viruses, toxins and alcohol. It is a herbal remedy for anthrax, asthma, bladder stones, cancer, catarrh, chest ailments, dropsy, fever, bleeding from the lungs or bronchia, hepatitis, rabies, jaundice, vaginal discharge, malaria, melancholy, piles, plague, pleurisy, spasms, and spleen and uterus problems. Taking excess of milk thistle may cause stomach pain, nausea, vomiting, diarrhea, headache, rash or other skin reactions, joint pain, impotence, and anaphylaxis. It should not be taken in pregnancy and while nursing.

Oregano Oil
This herb has healing, antioxidant and anti-microbial properties. It is used to treat a mildly upset stomach, bronchitis, nervous tension, insect bites, rheumatism, earache, toothaches and even athlete's foot. It is also useful in relieve bloating, gas, urinary tract problems, rheumatoid arthritis, swollen glands, and lack of perspiration. In addition, it is as powerful as 'morphine' as a pain killer.

Article Source: http://www.articlesnatch.com/

About the Author:
Ken Charnley is a personal finance enthusiast with http://www.online-loans-pro.com/ dedicated to quality information on online loans. For all your online loan needs visit and Apply For Loans Online
Article-Submit-Submission Courtesy of:Articleteller.com

Tanaman Obat Turunkan Kesuburan Pria

Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), dr Azwar Agoes, mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia, Sabtu (22/4).

Ke-18 jenis tanaman obat tersebut, di antaranya bunga kembang sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L), pare (Momordica charantia), biji papaya (Carica papaya), kunyit (Curcuma domestica), dan biji oyong (Luffa acutangula Roxb.)

Selain itu, daun manggis (Garcinia mengostana), tapak dara (Catharantus roseus), biji kapas (Gossypium hirtusum), cantel (Andropogon sorghum), sitawar (Costus speciosus), dan gandarusa (Justicia gandarussa).

Uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di Indonesia, membuktikan bahwa 18 jenis tanaman itu berkhasiat menurunkan kesuburan.

Menurut mantan dosen Fakultas Kedokteran Unsri itu, ke-18 tanaman itu menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa. Ekstrak tanaman pare,, mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin triterpen dan cucurbitacin, yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma pada tikus jantan. Tapak dara punya efek menghambat proses pematangan sperma. (LKT)

Source: depkes.go.id

Lemon - A Miracle For Beautiful Hair And Skin

By Kevin Pederson

Even though we go out in the market to get the most appropriate beauty products for ourselves, sometimes we just have to look in our own homes for a better solution. To our very own surprise we may find it too in our own backyard. We are talking about the tiny lemon.

For ages this lemon has been used as one of the foremost and most useful beauty product we can imagine. With its rich content of nutrients it helps you with your skin as well as your hair. Lemon by itself or with any other ingredient makes a very good amalgamation for skin or hair care.

It is so common that anyone or everyone can use it. One cannot say that only the rich and famous were able to make good use of it. It has good amount of Vitamin C which makes things easier if you want to have lovely and ravishing skin.

It is very good cleanser as the nutrients does wonder internally as well as externally. Due to the good work done for our digestive system it helps in giving a very clean and clear skin. If you mix lemon in a glass of warm water and drink it everyday, it will help in clearing the toxins from your body.

By cutting a lemon and rubbing it on your skin and keeping it for nearly an hour would help in removing the sun tan. It will also help in reducing your chances of wrinkles and treating the ever growing blemishes. It would work even better if you happen to rub olive oil before rinsing. It acts as a bleaching agent so avoid using this mixture before going in the sun.

Lemon is a good for your hair too, as it helps in removing dandruff. Rubbing or massaging lemon juice on your hair regulates the blood in your head helping in hair growth. The glands are regulated too which help in producing oil to have a beautiful and shiny hair.

As it helps in stimulation lemon has been used in many of the aromatherapy soaps and oil to rejuvenate you in every aspect. If you have brittle nails rubbing sliced lemon everyday would help you with a much stronger and sturdier nails. You can try one of the common treatments for the nails by soaking them in lemon juice for 10 minutes and then brushing them with equal parts of vinegar and warm for good shape.

It is also used to remove blackheads. If you rub lemon juice over blackheads, keep it overnight and rinse it in the morning it will help you tremendously. Continue doing this every night till the blackheads are gone. It can also be used as a breath mint. Squirt some lemon juice in your mouth and swirl it in your mouth for sometime and then drink it. This method would help in getting rid of your bad breath.

Lemon is acidic; one should use it in proper proportions. It acts as an astringent which may not be good in excess quantity. Before trying any of these remedies please see to it that you are not allergic to it.

Source: http://www.healthguidance.org/authors/246/Kevin-Pederson
Kevin Pederson

Kevin Pederson, webmaster for sites like
http://www.home-remedies-for-you.com provides treatments for common illnesses and diseases.

Tanaman obat Indonesia Pandan Wangi

(Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Sinonim :
= P. odorus Ridl. = P. latifolius Hassk. = P hasskarlii Merr.

Familia :
Pandanaccae

Uraian :
Pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. Pandan kadang tumbuh liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembap, tumbuh subur dari daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 m dpl. Perdu tahunan, tinggi 1-2 m. Batang bulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, akar tunjang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Daun tunggal, duduk, dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, panjang 40 - 80 cm, lebar 3 - 5 cm, berduri tempel pada ibu tulang daun permukaan bawah bagian ujung-ujungnya, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, warnanya putih. Buahnya buah batu, menggantung, bentuk bola, diameter 4 - 7,5 cm, dinding buah berambut, warnanya jingga. Pandan wangi selain sebagai rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi. Daunnya harum kalau diremas atau diiris-iris, sering digunakan sebagai bahan penyedap, pewangi dan pemberi warna hijau pada masakan atau penganan. Irisan daun pandan muda dicampur bunga mawar, melati, cempaka dan kenanga, sering diselipkan di sanggul supaya rambut menjadi harum, atau diletakkan di antara pakaian dalam lemari. Daun pandan yang diiris kecil-kecil juga digunakan untuk campuran bunga rampai atau bunga tujuh rupa. Perbanyakan dengan pemisahan tunas-tunas muda, yang tumbuh di antara akar-akarnya.

Nama Lokal :
Pandan rampe, p. seungit, p. room, p. wangi (Jawa).; Seuke bangu, s. musang, pandan jau, p. bebau, p. harum,; pandan rempai, p. wangi, p. musang (Sumatera). pondang,; pondan, ponda, pondago (Sulawesi).kelamoni, hao moni,; keker moni, ormon foni, pondak, pondaki, pudaka (Maluku).; Pandan arrum (Bali), bonak (Nusa Tenggara),;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rambut rontok, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe; Lemah saraf (neurastenia), tidak napsu makan, rematik, ; Pegal linu, sakit disertai gelisah.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun.

INDIKASI :
Daun pandan berkhasiat untuk mengatasi:
- lemah saraf (neUrasthenia),
- tidak nafsu makan,
- rematik, pegal linu,
- sakit disertai gelisah,
- rambut rontok, menghitamkan rambut, dan
- ketombe.

CARA PEMAKAIAN :
Daun pandan segar sebanyak 2 - 5 lembar diiris-iris secukupnya lalu direbus atau diseduh, minum. Atau daun ditumbuk lalu diperas dan diminum. Pemakaian luar, daun dicuci bersih lalu digiling halus. Turapkan pada luka atau kulit kepala yang berketombe.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Lemah saraf :
Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu dipotong
kecil-kecil. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas.
Setelah dingin disaring lalu diminum pagi dan sore hari, masing-
masing 1 gelas.

2. Rematik dan pegal linu :
a. Daun pandan segar sebanyak 3 lembar dicuci bersih lalu diiris
tipis-tipis. Seduh dengan 1/2 cangkir minyak kelapa yang telah
dipanaskan sambil diaduk merata. Setelah dingin siap digunakan
untuk menggosok bagian tubuh yang sakit.
b. Daun pandan segar sebanyak 5 lembar dan daun serai 20 lembar,
dicuci Ialu ditumbuk sampai halus. Tambahkan minyak kayu putih
dan minyak gandapura masing-masing 1 sendok makan. Aduk
sambil diramas sampai merata. Ramuan ini digunakan untuk
menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit.

3. Gelisah :
Daun pandan segar sebanyak 2 lembar dicuci lalu diiris tipis-tipis.
Seduh dengan segelas air panas. Setelah -dingin disaring, minum
sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari, sampal tenang.

4. Rambut rontok :
Sebanyak 10 lembar daun waru muda yang segar, segenggam daun
urang-aring, 5 lembar daun mangkokan, 1 lembar daun pandan, 10
kuntum bunga melati, dan 1 kuntum bunga mawar, setelah dicuci
bersih lalu dipotong-potong secukupnya. Bahan-bahan tersebut
dimasukkan ke dalam panci email, lalu tambahkan rninyak wijen,
minyak kelapa dan minyak kemiri masing-masing 1/2 cangkir.
Panaskan sampai mendidih, lalu diangkat. Setelah dingin disaring,
siap untuk digunakan. Caranya, oleskan campuran minyak tadi ke
seluruh kulit kepala sambil dipijat ringan. Lakukan malam hari
sebelum tidur, esok paginya rambut dikeramas. Lakukan 2 - 3 kali
seminggu.

5. Menghitamkan rambut :
Daun pandan wangi sebanyak 7 lembar dicuci lalu dipotong-potong.
Rebus dengan 1 liter air sampai warnanya menjadi hijau. Embunkan
air rebusan tadi semalaman. Pagi harinya, campurkan rebusan daun
pandan tadi dengan air perasan 3 buah mengkudu masak. Air
campuran tadi lalu digunakan untuk meneuci rambut. Lakukan 3 kali
seminggu, sampai terlihat hasilnya.

6. Ketombe :
Daun pandan segar sebanyak 7 lembar dicuci bersih lalu digiling
halus. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih sambil diremas merata.
Peras dan saring. Air perasan daun pandan ini lalu dioleskan ke
seluruh kulit kepala yang berketombe. Biarkan mengering, kalau
perlu olesan diulang sekali lagi. Kira-kira 1/2 - 1 jam kemudian,
rambut dibilas dengan air bersih. Lakukan setiap hari sampai
sembuh.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daun pandan mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, polifenol, dan zat warna.

Sumber : iptek.net.id

Important Facts You Must Know About Dandruff

By Alex Fir

Do you know that dandruff affects about 70% of the American population? Do you know that they spend $300,000,000 trying to get rid of it?

Dandruff is the most widespread problem of the scalp! But you must understand that it is not contagious and it is not a disease! Dandruff can not threaten your life, but it often threatens your mental peace.

Shedding of skin is a natural phenomenon. The skin of your scalp replenishes every month. The dead cells that previously formed your scalp now make up the dandruff.

The presence of negligible dandruff is inevitable. The problem arises only when the presence of dead cells in the form of flakes suddenly increases.

Physicians still debate what causes dandruff. Many researchers believe that it results from excessive growth of the yeast Pityrosporum Ovale that normally resides on everyone’s scalp.

Pityrosporum constitutes the major part of skin flora. You suffer from dandruff when the normal limit of 46% of Pityrosporum increases up to the 74% mark.

Factors like emotional and physical stress are no less important in triggering dandruff growth. Stress management also improves the scalp condition. Dandruff growth increases during winter compared to summer for most people.

Because you can find tons of products and medicated lotions, you do not need to worry about the dandruff problem. You just need to find the remedy that works for you.

If you suffer from mild dandruff, wash your scalp regularly to remove the excess flakes. If you suffer from stubborn flakes, treatment through a medicated shampoo is the answer.

You can use many natural remedies to treat dandruff. You need to try some to see what works for you.

You can even treat dandruff by using essential oils and herbs. If you do not mind long-term treatments, you can opt for the various home remedies. A mixture of coconut oil and lemon juice is equally effective as treatment with apple cider vinegar.

Natural remedies take time to show any visible results and need consistent use but they are effective in addressing the cause. If you want a speedy control, use shampoos containing ketaconazole.

Avoid using shampoos with harsh chemicals if you have a bruised scalp. Applying shampoos containing such chemicals on broken skin may cause irritation. If a particular product shows no results, try another with a different ingredient base.

Washing your hair regularly is important. If you find that washing your hair gives you frizzy or dry ends, the little secret to handle that is to take some conditioner and add it to the ends of your hair before washing it normally. Then condition it after shampooing, if you like to use conditioner.

One way to stop over-conditioning your hair and save you money is to put a little of your favorite brand of conditioner in a spritz bottle, with about 4 times more water. After shampooing, rinse. Towel dry, then spritz the conditioner in.

Another mistake that many people make is to put gel in their hair. It's okay to put gel in your hair if that is your styling preference. But, it builds up and causes flakes, which many think is dandruff.

Get into the habit of washing your hair more often. It's only the start of getting rid of dandruff. Think about it. If all that was required was just washing your hair more often, there would be no dandruff.

Source: http://www.healthguidance.org/authors/40/Alex-Fir
Alex Fir
Visit Depression Help Center for more information on depression and latest news
http://www.depression-help-center.info/blog/

Sembung Tanaman obat Keluarga

Tanaman ini termasuk familia Asteraceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tanah pertanian.Dapat tumbuh di tanah berpasir atau yang agak basah sampai pada ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji atau pemisahan tunas akar.

Mengandung minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus), borneol, sineol, limonen, asam palmitin, myristin, alkohol sesquiterpen, dimetileter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin, glikosida.

Nama lainnya : Baccharis salvia Lour.; Conyza balsamifera L.; Pluchea balsamifera (L.) Less.; sembung, capa (Melayu); sebung, sembung utan (Sunda); sembung, sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk, sebung legi, sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (Jawa); kamandhin (Madura); sembung (Bali); ai na xiang (Cina); dai bi, dai ngai (Thailand); ngai champora (Inggris).

Kegunaan :
Diare.
Segenggam daun sembung segar dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tersisa 1,5 gelas, tambahkan madu, minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Haid tidak teratur, perut kembung.
Cuci 20 gram daun sembung segar lalu potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4-nya, beri madu, minum sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Nyeri haid.
Lima lembar daun sembung segar dan 5 biji kedaun yang telah dipanggang dan dihaluskan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa setengah, dinginkan, minum. b> akar sembuh dan seluruh tumbuhan ginjean (Leonorus sibiricus) masing-masing 30 gram dicuci, potong-potong, tambahkan gula merah, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas, dinginkan, saring, minum dua kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

Rematik sendi.
Akar sembung 30 gram dan daun gandarusa 60 gram dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demam.
Sebanyak 15 gram daun sembung segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan, saring, lalu hasilnya diminum 2 kali sehari.

Kurang nafsu makan.
Akar sembung dari tumbuhan yang belum berbunga sebanyak 30 gram dipotong-potong, seduh dengan secangkir air panas, dinginkan, saring, minum semua.


Catatan :
Merebus daun sembung harus dalam panci tertutup, agar minyak asirinya tidak menguap.

SUMBER :
- Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.
- Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
- Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
- Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
http://www.aagos.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/lipi_pdii/sembung.htm

Tanaman Obat Indonesia Sembung

Sembung
(Blumea balsamifera (L.) DC.)
Sinonim :
= Baccharis salvia, Lour. = Conyza balsamifera, Linn. = Pluchea balsamifera, (Linn.), Less.

Familia :
Compositae (Asteraccae)


Uraian :
Tumbuh di tempat terbuka sampai tempat yang agak terlindung di tepi sungai, tanah pertanian, pekarangan, dapat tumbuh pada tanah berpasir atau tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m di atas permukaan laut. Perdu, tumbuh tegak, tinggi sampai 4 m, berambut halus, daun-daunnya di bagian bawah bertangkai, di bagian atas merupakan daun duduk, tumbuh berseling, bentuk daun bundar telur sampai lonjong, bagian pangkal dan ujung daun lancip, pinggir bergerigi atau bergigi, panjang 8 cm - 40 cm, lebar 2 cm - 20 cm, terdapat 2 - 3 daun tambahan pada tangkai daunnya. Permukaan daun bagian atas berambut agak kasar, bagian bawah berambut rapat dan halus seperti beledru. Bunga berkelompok berupa malai, keluar di ujung cabang, warnanya kuning. Buah longkah sedikit melengkung, panjangnya 1 mm.

Nama Lokal :
Sembung, sembung utan (Sunda); Sembung, sembung legi; sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk,; sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (jawa); Kamandhin (Madura); Sembung (Bali), Sembung, capa; capo (Sumatera), Afoat (Timor), Ampampau, capo, Madikapu; Ai na xiang (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Nyeri haid, Influenza, Kembung, Diare, Sakit tulang;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, akar, segar atau dikeringkan. Extract borneol didapat dari daun segar.

KEGUNAAN:
- Rheumatik sendi.
- Tulang-tulang sakit setelah melahirkan, nyeri haid.
- Influenza, kembung, diare.

PEMAKAIAN:
9-18 gram herba kering atau 15 - 30 gram herba segar direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR:
Luka terpukul, bisul, koreng, kulit gatal-gatal. Daun segar dilumatkan untuk pemakaian luar atau direbus untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN:
1. Diare:
1 genggam daun sembung direbus dengan 3 gelas air menjadi 1 1/2
gelas. Minum dengan madu seperlunya, sehari 3 x 1/2 gelas.

2. Haid tidak teratur, tidak nafsu makan:
3/5 genggam daun sembung dicuci Ialu direbus dengan 3 gelas air
sampai 3/4-nya. Minum dengan madu, sehari 3 x 3/4 gelas.

3. Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah jantung (angina
pectolis):

1/2 genggam daun sembung dicuci Ialu direbus dengan 3 gelas air
menjadi 3/4-nya. Setelah dingin disaring Ialu diminum dengan madu
seperlunya. Sehari 3 x 3/4 gelas.

4. Nyeri haid:
5 lembar daun sembung + beberapa biji kedaung dipanggang dan
dihaluskan, rebus dengan 2 gelas air sampai sisa 1/2-nya, minum
setelah dingin.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pedas dan sedikit pahit, agak hangat, harum. Anti rematik, melancarkan sirkulasi, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan. KANDUNGAN KIMIA: Borneol, cineole, limonene, di-methyl ether phloroacetophenone.

Sumber : Iptek.net.id

News Link Indonesian Herbal [19 Maret 2009]

We are selling a choice of Indonesia medicines plants, like, High
We are selling a choice of Indonesia medicines plants, like, High Quality Rossela/ Hisbiscus Sabdariffa L / Hibiscus tea / Karkade. Read more...

Indonesia Herbal: Obat-Obatan Tradisional Dari Indonesia Yang ...
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, Read more ...

Obat Alami .com - Toko Obat Tradisional Terlengkap Jamu Herbal ...
Toko obat tradisional terlengkap, obat herbal, jamu, obat alami dari tanaman obat herba Indonesia untuk obat alternatif, pengobatan alami alternatif untuk Read more ...

Sentra Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) - 4 kunjungan - 17 Mar
Daftar Tanaman Obat Indonesia, Data tervalidasi oleh Tim CoData Indonesia ... Informasi ini terwujud atas kerjasama IPTEKnet dengan CODATA ICSU Indonesia ... Read more

Daftar iklan Herbal di Indonesia bekas.com
Daftar iklan Herbal di Indonesia ... GARANSI UANG KEMBALI BILA TIDAK TERBUKTI !BUKTIKAN PENGOBATAN KANKER DAN TUMOR DENGAN PENDEKATAN HERBAL YG AKTUAL. Read more ...

Kompas.Com - Indonesia Miliki Potensi Herbal Terbesar Kedua ...
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang mendampingi Presiden mengutarakan, Indonesia memiliki potensi herbal yang besar karena memiliki kekayaan hayati Read more ...

Trade Show info: HERBAL & HEALTH FOOD INDONESIA (Jakarta ...

Dates & venues for HERBAL & HEALTH FOOD INDONESIA - International Exhibition on Herbal & Health Food, Food Supplement & Pharmaceutical Exhibition. Read more ...

Seminar Herbal Up-Date, Mengupas Kehebatan Obat Herbal Tradisional ...
Seminar ini membahas mengenai konsep biosintesis metabolit sekunder dari tanaman obat, fitogenomik, standarisasi obat herbal di Indonesia dan aromaterapi. Read more ...

Tanaman Obat Indonesia Bidara Upas

(Merremia mammosa (Lour.) Hall.f.)
Sinonim :
= Batatta mammosa, Rumph. = Convoivuius mammosa, Hall. = lpomoea mammosa, Chois.

Familia :
Convolvulaceae

Uraian :
Tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpi. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

Nama Lokal :
Blanar, widara upas (Jawa), hailale (Ambon).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, batuk, serak, Difteri, Radang tenggorok, radang paru,; Radang usus buntu, Typhus, sembelit, Muntah darah, Kanker; Kencing manis, Keracunan, gigitan ular, kusta, syphilis (Luns).;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Umbi.
KEGUNAAN:
- Demam, batuk, serak.
- Difteri, Radang tenggorok, radang paru, radang usus buntu.
- Typhus, sembelit, buang air besar darah dan lendir.
- Muntah darah.
- Kencing manis (DM), Batu kandung kencing, Keracunan makanan,
gigitan ular.
- Kanker, kusta, syphilis (Lues).

PEMAKAIAN LUAR:
Digunakan untuk memperlancar keluarnya air susu ibu (ASI), obat luka terpotong, luka bakar, bengkak, penyakit kulit, gigitan ular.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-100 g umbi segar diparut atau digodok.
Pemakaian luar: Umbi diiris tipis-tipis atau diparut menjadi bubur, untuk dibalurkan ketempat yang sakit seperti luka, bengkak-bengkak, gigitan ular dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Radang usus buntu :
1/4 jari umbi dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan 1 sendok
makan air gula, kemudian diperas dan disaring Ialu diminum. Sehari
2 kali.

2. Muntah darah, typhus:
Umbi segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut, peras dengan
sepotong kain sampai terkumpul sebanyak 1 gelas kecil. Minum.

3. Buang air besar darah dan lendir :
50 g umbi dicuci lalu dipotong-potong, tambahkan gula jawa
secukupnya, godok dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin disaring, minum sedikit-sedikit.

4. Difteri :
Umbi segar secukupnya, dicuci lalu diparut, peras dengan sepotong
kain sampai terkumpul 1 gelas kecil. Dipakai untuk kumur-kumur di
tenggorokan selama 23 menit, lalu ditelan.

5. Serak, batuk kering:
Umbi segar sebesar 1 jari tangan dicuci bersih, dipotong tipis-tipis
lalu dikunyah. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.

6. Batuk :
100 g umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan sirop gula batu
secukupnya, diaduk sampai merata lalu diperas dan disaring, minum.

7. Batuk rejan:
1/2 jari umbi segar dicuci lalu diparut, diremas dengan 2 sendok
makan air masak dan 1 sendok makan madu, peras dan saring,
minum. lakukan 2 kali sehari.

8. Kencing manis:
100 g umbi segar dicuci bersih Ialu diparut, peras dengan sepotong
kain. Minum setiap pagi, 1/2 jam sebelum makan.

9. Keracunan makanan:
Umbi segar secukupnya dicuci bersih Ialu diparut, peras dengan
sepotong kain sampai terkumpul 1/2 gelas. Minum.

10. Kanker, kusta (Morbqs Hanson):
3/4 jari umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan 4 sendok makan
air matang dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata, lalu diperas
dengan sepotong kain, dibagi untuk 3 kali minum yang habis dalam
sehari.

11. Luka-luka di kulit :
Umbi segar dicuci lalu diiris tipis-tipis, letakkan di atas luka.

12. Melancarkan pengeluaran ASI:
Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, borehkan disekeliling
payudara.

13. Luka bakar:
Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, bubuhkan diatas luka bakar,
bila perlu dibalut.

14. Gigitan ular:
Umbi segar dicuci lalu diparut sampai menjadi adonan seperti
bubur.Tempelkan diatas luka gigitan, lalu dibalut.

15. Syphilis (lues):
1 jari umbi segar dicuci bersih lalu diparut, tambahkan 2 sendok
makan air masak dan 1 sendok makan madu murni, peras dan
saring, minum. Lakukan 3 kali sehari.

16. Batu kandung kencing / kencing batu:
10 g umbi bidara upas, 10 g daun kumis kucing, 15 g daun keji
beling, dicuci lalu umbi dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan
1 liter air, sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring lalu
diminum. Sehari 3 x 50 cc.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Anti radang, menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, pencahar (laxative), menetralkan racun (antidote), penyejuk. KANDUNGAN KIMIA: Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.

Sumber : iptek.net.id

News Link

[ 18 Maret 2009 ] Herbs, Tanaman Obat
Natural Herbs, Herbal Remedies, Herbal Medicine and Supplements ...
Natural herbs, herbal remedies, herbal medicine, medicinal herbs, and herbal supplements for better health and healing
Read more .... www.naturalherbsguide.com/

Herb Information - Directory of Herbs - Herbal Medicine, cataloged ...
Herbs, Herbal Medcine, directory of herbs, American Indian Herbs, African Herbs, South American Herbs, Asian Herbs, Chinese Herbs, Ayurvedic Herbs More than
Read more .... www.holisticonline.com/Herbal-Med/Hol_Herb_Directory_Index.htm

Herbal Medicine - Herb knowledgebase, 2000+ herbs, herb directory ...
Herbal Medicine, sometimes referred to as Herbalism or Botanical Medicine, is the use of herbs for their therapeutic or medicinal value
Read more .... www.holisticonline.com/Herbal-Med/hol_herb.htm
Herbs, Medicinal Plant Use, Herb Pictures, Herbal Remedies
Photos and Detailed descriptions of over 50 medicinal herbs and uses in alternative medicine. Learn about medicinal plants such as chickweed, ground ivy,
Read more ... www.altnature.com/

Alternative Medicine - Everything You Need to Know About ...
Ultimately, the publication concludes, "But little good quality evidence on the effectiveness of herbal medicines, or how they might react with prescription
Read more .... altmedicine.about.com/
Herbal Medicine Center - HealthWorld Online
Welcome to our Herbal Medicine Center Herbal Choices For Today. Herbal Medicine News. Turmeric Prevents Experimental Rheumatoid Arthritis and.
Read more ... www.healthy.net/herbalists/Index.html
Herb Research Foundation - Herbs and Herbal Medicine for Health
Learn about herbs for health from the nonprofit Herb Research Foundation dedicated to responsible informed self-care with medicinal plants.
Read more ... www.herbs.org/
MedlinePlus: Herbal Medicine -
The primary NIH organization for research on Herbal Medicine is the National Center for Complementary and Alternative Medicine
Read more ... www.nlm.nih.gov/medlineplus/herbalmedicine.html

Herb Medicine - All Category - Worldwide - Show All Valid ...
SOIL PH METERModel : PH-212* Kits with pH METER soil pH electrode Want to slim with cepatdanefektif overcame with!!!Cosmetics import Botanical Name:
Read more ... www.itrademarket.com/all/Health_&_Beauty/Herb_Medicine/0.html
Herbs Medicine - Pasang Iklan Baris Gratis Terbaik Tanpa Daftar
Situs Iklan Terbaik Di Bali Dgn Layanan Pasang Iklan Baris Gratis Tanpa Daftar Online, Iklan Percuma,Tanpa Quota & Batas Waktu Serta Tampil Selamanya.
Read more ... iklanbaliku.com/tag/herbs-medicine