Showing posts with label herbal. Show all posts
Showing posts with label herbal. Show all posts

Web Toko Herbal Online

Berita Terhangat

SEHAT ITU MAHAL

Jika penyakit sudah menyerang, tidak kenal tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semuanya pasti dapat terserang penyakit. Dan jika seseorang terserang penyakit berapapun harga yang harus dibayar orang tersebut pasti rela mengeluarkannya tanpa tawar menawar lagi, demi mengobati dirinya atau orang-orang yang dicintainya. Jadi sadarlah bahwa memang ’Sehat itu Mahal’.

Oleh karena itu menjaga kesehatan itu penting sekali, dan ’mencegah penyakit adalah lebih baik dari pada mengobati’, dengan cara menata gaya hidup dan mengatur pola makan yang lebih baik dan sehat. Banyak obat kedokteran yang terbuat dari bahan kimia buatan/sintetis mempunyai ’efek samping’ dan berdampak buruk jika dikonsumsi berlebih dalan jangka waktu lama.

Gangguan kesehatan dan penyakit yang paling banyak di derita orang diseluruh dunia saat ini adalah: Kanker, diabetes, jantung, hipertensi, migrain, kolesterol, stroke, asam urat, impotensi, prostat, gangguan fertilitas. Itu semua disebabkan oleh pola hidup (pola makan) yg tidak baik. Dan kini saat nyalah kita mencegah penyakit maupun mengobati penyakit dengan ’back to nature’ menggunakan tumbuhan berkhasiat obat (herbal) secara alami, dengan harga murah dan tanpa efek sampingan.


KAYA DAN SEHAT

Menjadi Kaya dan sehat adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Salah satu caranya adalah dengan memiliki bisnis toko herbal online ini dan menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit dengan mengkonsumsi obat herbal alami secara rutin produk toko herbal online yang terdapat pada produk, antara lain: GARLIK (BAWANG PUTIH), TEMULAWAK, KUNYIT, KUNYIT PUTIH, PEGAGAGAN( ANTANAN), SELEDRI, DAUN ALPOKAT, DAUN SIRSAK, BROTOWALI, DAUN SALAM


Dan produk lainnya yang akan kami tambahkan untuk dijual secara online. Tanaman obat alami tersebut telah terkenal dan diketahui secara turun temurun, maupun hasil penelitian medis dapat mencegah maupun menyembuhkan penyakit. Bahan nya banyak terdapat disekitar kita, dan mudah dikonsumsi karena telah dikemas dalam bentuk kapsul, botol dan plastik yang praktis dan mudah dibawa.

Hanya dengan biaya Rp. 300.000 anda dapat memiliki toko herbal online ini (replika) atas nama anda sendiri www.tokoonline.asia/nama-anda serta mendapat gratis 3 produk herbal pilihan anda. Mulailah usaha anda sendiri dengan mengkonsumsi produknya serta memperkenalkan website toko herbal anda kepada rekan, sahabat dan orang-orang yang anda cintai. Selain itu kami juga akan memperkenalkan website anda melalui jaringan kami.

Terima kasih

Salam sejahtera, dan semoga anda sehat selalu

nb: Hubungi Kami Toko herbal Online di 021-7650467 untuk keterangan lebih lanjut (sedia juga syrup daun sirsak untuk kanker)

Herbs and Spices to the Rescue of Your Health! (Part One)

By: Scott Meyers

When we think of healing foods, we don't always consider herbs and spices. They are the little extras that we often put on our food to give it more seasoning and to make it tastier for everyone at the table.

Put the saltshaker away when you're cooking, as too much salt in the diet can spell disaster for your circulatory system and kidneys. Reach instead for healthy herbs and seasonings to jazz up your next meal and help make you healthier to boot!

Herbs and spices have been used for centuries to treat a variety of health and medical conditions. Examples of these include inflammatory conditions, infections, autoimmune disorders, high blood pressure, high cholesterol and nausea. There is no doubt that when it comes to herbs and spices there are plenty of healing properties you should get to know better.

Garlic has long been used as a folk remedy for many ailments. Garlic is a member of what is called the allium family as it contains a substance called allicin. Other members of this family include onions and scallions.

Research into the benefits of garlic has shown that it is a strong preventative agent against stroke and heart disease. Garlic is also instrumental in lowering high blood pressure. Further studies have shown that garlic is very close to a natural form of antibiotic. Garlic is full of substances that help to detoxify the body and are able to disperse carcinogens that are building in the system.

A number of research studies have shown that a diet rich in garlic helps to lower the total cholesterol rate of an individual, including the bad cholesterol or LDL while at the same time it raises the good HDL cholesterol in the bloodstream. Garlic also fights a great number of bacteria and viruses and therefore helps to prevent infections.

Garlic is associated with a decreased risk of stomach cancer. Research in Italy and China support garlic's beneficial effects. Garlic is best eaten in its raw state. The best way to benefit from garlic is to eat it raw: cut up, sliced up or chopped.

Ginger is a very odd looking substance. It can be found in every produce department, and should be used more for its beneficial effects on health. Ginger works well to calm an upset stomach. Ginger is particularly good to take before embarking on a road trip if you are prone to motion sickness. Ginger snaps and ginger bread are also effective at calming an upset stomach. Pregnant women are often encouraged to eat ginger to reduce the nausea from morning sickness.

Ginger is also believed to be helpful in the fight to lose weight, as it works as a natural dietary aid. The reason it works is that ginger helps to boost the rate in which the body burns calories. This benefit has been borne out in studies conducted by researchers in Australia. When coupled with other spices including rosemary, thyme, oregano and pepper, ginger is excellent in regards to its antioxidant properties and therefore is proficient at fighting cancer.


Article Source: http://www.abcarticledirectory.com

Scott Meyers is a staff writer for Its Entirely Natural, a resource for helping you achieve a naturally healthy body, mind, and spirit. You may contact our writers through the web site. Follow this link for more information on Food Cures.

Note: The content of this article solely conveys the opinion of its author, Scott Meyers


Enhanced by Zemanta

Herbs Versus Prescription Drugs - a Comparison

Author: Robert

We all know of the negative side effects which some prescription drugs can cause. Indeed, many of these drugs have official recommendations for use no longer than more three months at a time (particularly with anti-depressants and other mood-altering prescription medications). Yet what do we know about the alternative; herbal supplements, and should we be ditching one for the other?

In one word: No.

For many years herbal supplements have been looked upon by medical professionals and much of the population alike as 'silly' and as a waste of time. Yet in recent years the medical industry has been sitting up and taking notice of some of the clinical evidence given that many herbal supplements are having a positive effect on our health. This doesn't mean that Doctors and drugs companies such as GlaxoSmithKline and Bayer should stop producing their medication made for prescriptions but rather that they should weigh up which will be more beneficial to the patient or to their medical condition.

There is no way of saying which is better out of herbal supplements and prescriptions drugs; each have their own merits and their own downfalls. Yet when it comes to deciding what to do about our own health there is something we can do. Try discussing your ideas about using herbal supplements with your GP. If they dismiss the idea but your condition is not severe then suggest you try out the supplement for a week and see what the effects are (for instance, using oatmeal scrubs twice daily for eczema instead of steroid creams which thin the skin). It's important to check out herbal remedies with a medical practitioner as there are some plants and extracts which can be dangerous to some patients.

Remember, what you do with your own body is your choice and when it comes to prescription drugs you don't always have to take them. It's a matter of common sense and if your condition isn't severe or life threatening then consider the side-effect-free, all natural herbal alternative before diving down to the chemist.

About the Author:

Lucia Halotova enjoys writing about health related topics and has written for a wide range of publications on topics such as fibromyalgia and depressions in recent years. She currently resides in New York City with her family and is a freelance writer.. Visit Herbal Supplements versus Prescription Drugs - Pros and Cons.

Article Source: ArticlesBase.com - Herbs Versus Prescription Drugs - a Comparison

Cara Mengolah Ramuan Herbal menjadi obat

  1. Cuci simplisia tumbuhan obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.
  2. Segera gunakan herbal segar yang telah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang disimpan, keringkan lebih dahulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. Bahan kering (simplisia) juga lebih mudah dihaluskan untuk dijadikan serbuk (bubuk). Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin-anginkan, tergantung dari ketebalan atau kandungan airnya.
  3. Seduh langsung bahan yang telah dijadikan bubuk (serbuk) dengan air panas atau mendidih.
  4. Untuk bahan yang keras dan sukar diekstrak, sebaiknya hancurkan dan rebus terlebih dahulu sekitar 10 menit sebelum memasukkan bahan lain.
  5. Gunakan air tawar bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya untuk merebus. Pastikan jumlahhnya cukup sehingga seluruh bahan berkhasiat obat terendam sekitar 3cm.
  6. Untuk merebus bahan berkhasiat obat, gunakan wadah yang terbuat dari periuk tanah (keramik), panci enamel, atau panci beling. Jangan menggunakan wadah dari logam, seperti besi, aluminium, dan kuningan. Logam mengandung zat iron trichloride dan potassium ferrycianide. Zat tersebut menimbulakan endapan pada air dalam mengobati penyakit. Selama perbusan, jangan terlalu sering membuka tutup wadah agar kandungan minyak atsirinya tidak mudah hilang.
  7. Gunakan api sesuia dengan jenis herbal yang direbus.- Api kecil: Gunakan untuk merebus herbal yang berkhasiat sebagai tonikum, seperti ginseng dan jamur ling zhi agar kandungan aktifnya terserap kedalam air rebusan (rebus sekitar 2 jam). Api kecil dengan waktu perebusan yang lama juga digunakan untuk herbal yang mengandung toksin, seperti mahkota dewa agar kandungan toksinnya berkurang.- Api besar: Gunakan untuk merebus herbal atau simplisia yang berkhasiat diaforetik (mengeluarkan keringat) dan mengandung banyak minyak atsiri, seperti daun mint, cengkih dan kayu manis. Setelah mendidih, masukkan bahan dan rebus sebentar. Dengan cara ini, kandungan atsirinya tidak banyak hilang karena proses penguapan yang berlebihan.
  8. Jika tidak ada ketentuan lain, perebusan dianggap selesai saat air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula, misalnya 800 cc menjadi 400 cc. Jika bahan yanbg direbus kebanyakan berupa bahan keras, seperti biji atau batang maka air rebusan disisakan sepertiganya, misalnya 600 cc menjadi 200 cc.
  9. Jika mengandung bahan kering, umumnya dosis (takaran) setengah dari jumlah bahan segar. Misalnya, pemakaian daun sendok segar pemakaiannya 90 gram dan jika kering 15 gram.
  10. Pastikan dosis tumbuhan obat sesuai dengan yang dianjurkan. Umumnya, 1 resep tumbuhan obat dibagi untuk 2 kali minum sehari. Sisa ampas rebusan pertama dapat direbus sekali lagi untuk 1 kali minum pada sore atau malam hari.
  11. Minum rebusan sari tumbuhan obat dalam keadaan hangat dan setelahnya pakai baju tebal atau selimut. Namun, untuk jenis herbal tertentu, seperti rebusan biji pinang harus diminum dingin untuk menghindari kotraksi dengan lambung yang mengakibatkan mual, muntah, dan kram perut.
  12. Umumnya, rebusan herbal diminum sebelum makan agar mudah terserap. Namun, untuk ramuan obat yang dapat merangsang lambung, minum setelah makan. Minum ramuan obat yang berkhasiat sebagai penguat (tonikum) pada waktu pagi hari sewaktu perut kosong. Untuk ramuan yang berkhasiat sebagai penenang, misalnya untuk insomnia, minum menjelang tidur.
  13. Lakukan pengobatan secara teratur. Yang perlu diingat, pengobatan herbal membutuhkan kesabaran karena tidak langsung terasa manfaatnya, tetapi bersifat konstruktirf (memperbaiki/ membangun). Efek obat kimiawi memang terasa cepat, tetapi bersifat desktruktif. Karena sifatnya itu, herbal tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama penyakit-penyakit infeksi yang bersifat akut (medadak), seperti demam berdarah, muntaber, dan lainnya yang harus segera mendapat pertolongan medis. Tanaman obat lebih diutamakan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang bersifat kronis (menahun).
  14. Pengobatan herbal dapat dikombinasikan dengan obat kimiawi, terutama untuk penyakit kronis yang susah disembuhkan, seperti kanker agar diperoleh hasil pengobatan yang lebih efektif. Aturan minum obat herbal sekitar 2 jam setelah pemakaian obat kimiawi.(rumdia)

Referensi : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, “Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit”