Mengkudu (Morinda citrifolia)

Tanaman Obat Mengkudu
Klasifikasi ilmiah
Regnum:
Plantae
Divisio: Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Gentianales
Familia:
Rubiaceae
Genus:
Morinda
Spesies: M. citrifolia
Nama binomial
Morinda citrifolia

Mengkudu (pace, kemudu, kudu (Jawa); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), wengkudu (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi),

Tanaman ini tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol.

Mengkudu sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

A. ASAL USUL MENGKUDU
Asal usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa polinesia yang menetap di kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari Asia Tenggara. Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani ini mengembara.tanpa sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan meninggalkan tanah air mereka. Ada kesan para pengembara itu di kecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya. Setelah lama mengembara, mereka sampai di sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai, dan pulaunya. Uniknya, mereka seakan telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa, karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup. Beberapa tumbuhan asli, seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, dibawanya.di antara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas. Salah satu tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu penduduk kepulauan yang kini disebut hawaii itu mengenal mengkudu dengan sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut memiliki banyak manfaat. Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.

B. CIRI-CIRI UMUM MENGKUDU ==
a. Pohon. Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

b. Berdaun tebal mengkilap. Daunmengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nialai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

c. Bunga harum. Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

d. Buah batu. Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

C. KANDUNGAN MENGKUDU
a. Zat nutrisi. Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.

b.Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.

c.Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

d.Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.

e.Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.

f.Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

Literatur yang di gunakan:
Bangun, A. P.,DR, MHA dan Saworno, B.,Khasiat dan Manfaat Mengkudu, Jakarta: Agromedia Pustaka, 2002
Sumber : wikipedia.org
Hak Cipta (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Semua orang diperbolehkan untuk menyalin dan mendistribusikan
salinan sama persis dari dokumen lisensi ini, namun
tak diperkenankan untuk mengubahnya

The Effect of Aquoeus Extract of Pegagan Leaves (Centella asiatica L.) on Cognition and the Level of Monoamine Neurotransmitters in the Hippocampus of Old Male Rats (Rattus norvegicus L.)

Annisa Rahmah Furqaani
School of Life Sciences and Technology, ITB

Lulu Lusianti Fitri
School of Life Sciences and Technology, ITB

Mariana Rahmasari
School of Life Sciences and Technology, ITB

Summary
Pegagan (Centella asiatica) has been scientifically proven influence the central nervous system (CNS), particularly in improving energy stimulation to brain nerves as well as to enhance learning and memory process. The aim of the research was to investigate the effect of aqueous extract of C. asiatica leaves on cognition and the level of monoamines (dopamine, norepinephrine, epinephrine, dan serotonine) in the hippocampus of old male wistar rats (Rattus norvegicus L.). Fifty old male wistar rats (16 weeks in age, body weight range 250-300 g, x = 289.394 ? 2.266 g) were divided into five group which consisted of ten individual in each group. Two control groups were established (one group of control blank, CB; and a group received only aquabidest, CS), and three treatment groups received aqueous extract of C. asiatica leaves with doses of 100 (T1), 200 (T2) and 300 (T3) mg / kg body weight. The aqueous extract of C. asiatica leaves were given by oral injection during eight weeks and at the same time the cognition tests using water-E maze were done once a week. By the end of examination, rats were decapitated and the brain?s hippocampus were isolated in order to measure the level of monoamines using High Performance Liquid Chromatography. Results showed that the treatment groups were significantly quicker to reach the target and had fewer errors to reach the goal in the water-E maze compared to the control group (P<0,05). size="2">
Keywords: Centella asiatica, monoamine neurotransmitters, water-E maze, learning process, memory, Rattus norvegicus

Hasil Penelitian Daun Pegagan (Antanan)

Pengaruh Ekstrak Air Daun Pegagan (Centella asiatica L.) Terhadap Kemampuan Kognitif Dan Kadar Neurotransmiter MonoAmin.

Annisa R. F.
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)-ITB

Ringkasan :
Pegagan (Centella asiatica) telah diketahui mampu mempengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan daya rangsang saraf otak, serta meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat (Kumar & Gupta, 2002; Rao et al., 2005). Untuk menguji kemampuan C. asiatica lebih lanjut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak air daun C. asiatica terhadap kemampuan kognitif (terutama uji kemampuan belajar dan mengingat) dan kadar neurotransmiter monoamin (dopamin, norepinefrin, epinefrin, dan serotonin) pada hipokampus tikus (Rattus norvegicus L.) Wistar jantan dewasa. Penelitian ini dilakukan pada lima puluh ekor tikus berumur 16 minggu, dengan berat badan rata-rata 289,39 ± 2,27 g (berkisar antara 250-300 g). Seluruh tikus dibagi rnenjadi lima kelompok (setiap kelompok terdiri dari sepuluh individu), yaitu kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan apapun (KN), kelompok kontrol yang diberi perlakuan dengan pelarut akuabides (KP), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak air daun C. asiatica masing-masing dengan dosis 100 mg/kg bb (PI), dosis 200 mg/kg bb (P2), dan dosis 300 mg/kg bb (P3). Pemberian ekstrak air daun C. asiatica terhadap tikus dilakukan secara oral selama delapan minggu dan uji kognitif dengan perangkat Water-E Maze dilakukan sekali setiap minggu.

Untuk mengetahui terjadinya proses belajar dan mengingat, maka pada akhir pengujian seluruh tikus didekapitasi dan hipokampus diisolasi untuk dilakukan pengukuran kadar neurotransmitter monoamin dengan menggunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan lebih cepat dalam mencapai sasaran dan melakukan lebih sedikit kesalahan dalam menyelesaikan uji Water-E Maze dibandingkan dengan kelompok kontrol secara nyata (P<0.05).>efek antistress, juga berperan dalam proses potensiasi jangka panjang (LTP), pembentukan memori jangka panjang (LTM) serta meningkatkan kemampuan belajar. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak air daun C. asiatica dapat meningkatkan kemampuan kognitif tikus dengan mempengaruhi modulasi neurotransmiter monoamin pada hipokampus tikus.

Effect of Centella asiatica on cognition and oxidative stress in an intracerebroventricular streptozotocin model of Alzheimer's disease in rats

Veerendra Kumar MH, Gupta YK.
Neuropharmacology Laboratory, Department of Pharmacology, All India Institute of Medical Sciences, Ansari Nagar, New Delhi, India.

Summary:
1. Centella asiatica, an Indian medicinal plant, has been described as possessing central nervous system activity, such as improving intelligence. In addition, we have demonstrated that C. asiatica has cognitive-enhancing and anti-oxidant properties in normal rats. Oxidative stress or an impaired endogenous anti-oxidant mechanism is an important factor that has been implicated in Alzheimer's disease (AD) and cognitive deficits seen in the elderly.

2. Intracerebroventricular (i.c.v.) streptozotocin (STZ) in rats has been likened to sporadic AD in humans and the cognitive impairment is associated with free radical generation in this model. Therefore, in the present study, the effect of an aqueous extract of C. asiatica (100, 200 and 300 mg/kg for 21 days) was evaluated in i.c.v. STZ-induced cognitive impairment and oxidative stress in rats.

3. Male Wistar rats were injected with STZ (3 mg/kg, i.c.v.) bilaterally on the days 1 and 3. Cognitive behaviour was assessed using passive avoidance and elevated plus-maze paradigms on the days 13, 14 and 21. Rats were killed on the day 21 for estimation of oxidative stress parameters (malondialdehyde (MDA), glutathione, superoxide dismutase and catalase) in the whole brain upon completion of the behavioural task.

4. Rats treated with C. asiatica showed a dose-dependent increase in cognitive behaviour in both paradigms. A significant decrease in MDA and an increase in glutathione and catalase levels were observed only in rats treated with 200 and 300 mg/kg C. asiatica.

5. The present findings indicate that an aqueous extract of C. asiatica is effective in preventing the cognitive deficits, as well as the oxidative stress, caused by i.c.v. STZ in rats.

KEYWORDS :
ageing • Alzheimer's disease • Centella asiatica • learning and memory • oxidative stress • streptozotocin

Resep Obat dari Tanaman Pegagan

Pegagan (Centella asiatica L. Urban)
from :warintek.ristek.go.id

Pegagan termasuk suku atau familia Apiaceae. Tumbuh menjalar di atas tanah terutama di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.
Nama lain : pegaga, daun kaki kuda, daun penggaga, pegago (Sumatera); antana, cowet gompeng, gagan-gagan, penigowang, calingan rambat (Jawa); bebele, paiduh (Nusa Tenggara); wisu-wisu, kisu-kisu (Sulawesi); dogauke (Irian); ji xue cao (Cina).
Kandungan : senyawa asiaticosida, senyawa antilepra, garam kalium, magnesiu, kalsium, besi, tanin.

Kegunaan :
Lepra. Segenggam pegagan segar, cuci, rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas. Minum 3 kali @ 3/4 gelas per hari.

Hipertensi. 20 helai daun pegagan segar rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 3/4 gelas, saring, minum 3 kali @ 3/4 gelas.
Ambeien. 4-5 batang pegagan dan akarnya dicuci, rebus dengan 2 gelas air selama 5 menit, saring, minum rebusan ini 2 kali sehari @ 1 gelas selama beberapa hari.

Demam. Segenggam pegagan dicuci, lumatkan, beri 3/4 gelas air dan garam, aduk, saring. Minum pagi hari sebelum sarapan.

Demam yang tidak diketahui penyebabnya. Segenggam penuh daun pegagan dicuci, lumatkan, beri 1/2 gelas, saring, beri garam. Minum pagi hari sebelum sarapan. Hari berikutnya segenggam penuh daun pare dibuat sama seperti di atas. Lakukan selang-selang selama 10 hari.
Melancarkan air seni. Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, tempelkan pada pusar.

Campak. 2 gengam daun pegagan dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 1 gelas, minum setiap hari sekali sampai sembuh.

Batuk. Segenggam pegagan segar, cuci, lumatkan, beri air 3/4 gelas dan gula batu, aduk, saring. Minum sekali sehari sampai sembuh.

Mimisan. Segenggam daun pegagan dicuci, rebus dengan 3/4 gelas air, saring, minum. Ulangi 3 kali sehari.

Sakit kepala. Segenggam daun pegagan, 1/4 sendok jintan dicuci, rebus dengan segelas air sampai tinggal setengah, saring, beri 1 sendok madu sebelum diminum.

Mata merah, bengkak. Segenggam daun pegagan dicuci, lumatkan, peras, saring, teteskan ke mata yang sakit 3-4 kali sehari.

Menambah nafsu makan. Segenggam daun pegagan segar dicuci, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal segelas. Minum sehari segelas.

SUMBER :
Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999
Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
From: Hawaiian Ecosystems at Risk project, http://www.hear.org/starr/hiplants/images/hires/html/starr_020803_0094_centella_asiatica.htm


Centella asiatica
From Wikipedia, the free encyclopedia

Centella asiatica is a small herbaceous annual plant of the family Mackinlayaceae or subfamily Mackinlayoideae of family Apiaceae, and is native to Sri Lanka, northern Australia, Indonesia, Iran[1], Malaysia, Melanesia, New Guinea, and other parts of Asia. Common names include Gotu Kola, Asiatic Pennywort, Luei Gong Gen, Takip-kohol, Antanan, Pegagan, Pegaga, vallaarai (வல்லாரை), Kula kud, Bai Bua Bok (ใบบัวบก), and Brahmi (although this last name is shared with Bacopa monnieri and other herbs). In Assamese it is known as Manimuni. It is used as a medicinal herb in Ayurvedic medicine and traditional Chinese medicine. Botanical synonyms include Hydrocotyle asiatica L. and Trisanthus cochinchinensis (Lour.) In sinhalese (Sri Lanka) Gotu = conical shape and Kola= leaf

Description
The stems are slender, creeping stolons, green to reddish green in color, interconnecting one plant to another. It has long-stalked, green, reniform leaves with rounded apices which have smooth texture with palmately netted veins. The leaves are borne on pericladial petioles, around 20 cm. The rootstock consists of rhizomes, growing vertically down. They are creamish in color and covered with root hairs.

The flowers are pinkish to red in color, born in small, rounded bunches (umbels) near the surface of the soil. Each flower is partly enclosed in two green bracts. The hermaphrodite flowers are minute in size (less than 3 mm), with 5-6 corolla lobes per flower. Each flower bears five stamens and two styles. The fruit are densely reticulate, distinguishing it from species of Hydrocotyle which have smooth, ribbed or warty fruit.

The crop matures in three months and the whole plant, including the roots, is harvested manually.

Habitat
Centella grows along ditches and in low wet areas. In Indian and Southeast Asian centella, the plant frequently suffers from high levels of bacterial contamination, possibly from having been harvested from sewage ditches. Because the plant is aquatic, it is especially sensitive to pollutants in the water, which easily are incorporated into the plant.

Culinary use
Centella is used as a leafy green in Sri Lankan cuisine. It is most often prepared as mallung; a traditional accompaniment to rice and curry, and goes especially well with vegetarian dishes such as parippu' (dhal), and jackfruit or pumpkin curry. It is considered quite nutritious. In addition to finely chopped gotu kola, mallung almost always contains grated coconut and may also contain finely chopped green chillies, chille powder (1/4 teaspoon), tumeric powder (1/8 teaspoon) and lime (or lemon) juice.

A variation of the extremely nutritious porridge known as Kola Kenda is also made with Gotukola by the Sinhalese people of Sri Lanka. Gotukola Kenda is made with very well boiled redrice (with extra liquid), cococnut milk and Gotukola which is liquidised. The porridge is accompanied with Jaggery for sweetness.

Centella leaves are also used in the sweet "pennywort drink."

Medicinal effects
Gotu kola is a mild adaptogen, is mildly antibacterial, anti-viral, anti-inflammatory, anti-ulcerogenic, anxiolytic, a cerebral tonic, a circulatory stimulant, a diuretic, nervine and vulnerary.

When eaten raw as a salad leaf, pegaga is thought to help maintain youthfulness. In Thailand cups with gotu kola leaves are used as an afternoon pick me up. A decoction of juice from the leaves is thought to relieve hypertension. This juice is also used as a general tonic for good health. A poultice of the leaves is also used to treat open sores. Interestingly, chewing on the plant for several hours induces entheogenic meditation, similar to the effects of salvia divinorum, although this practice is widely considered dangerous, as it can cause temporomandibular joint pains.[citation needed]

Richard Lucas claimed in a book published in 1979 that a subspecies "Hydrocotyle asiatica minor" allegedly from Sri Lanka also called "Fo ti tieng", contained a longevity factor called 'youth Vitamin X' said to be 'a tonic for the brain and endocrine glands' and maintained that extracts of the plant help circulation and skin problems. However according to master herbalist Michael Moore, it appears that there is no such subspecies and no Vitamin X is known to exist. Nonetheless some of the cerebral circulatory and dermatological actions claimed from centella (as hydrocotyle) have a solid basis.

Several scientific reports have documented Centella asiatica's ability to aid wound healing, which is responsible for its traditional use in leprosy. Upon treatment with Centella asiatica, maturation of the scar is stimulated by the production of type I collagen. The treatment also results in a marked decrease in inflammatory reaction and myofibroblast production.
The isolated steroids from the plant have been used to treat leprosy. In addition, preliminary evidence suggests that it may have nootropic effects. Centella asiatica is used to re-vitalize the brain and nervous system, increase attention span and concentration, and combat aging. Centella asiatica also has anti-oxidant properties. It works for venous insufficiency. It is used in Thailand for opium detoxification.

It is one of the constituent of Indian summer drink "thandaayyee"

Ayurvedic View

In India it is popularly known by a variety of names: Bemgsag, Brahma manduki, Brahmanduki, Brahmi (North India, West India), Gotu kola, Khulakhudi, Mandukparni, Mandookaparni, Mandukaparni (South India), or Thankuni depending on region. It is often confused with Bacopa monnieri which is the more famous "Brahmi", both have some common therapeutic properties in Vedic texts and both are used for improving memory. However, current research[citation needed] has clearly established the difference in pharmacological activities of these two herbs.

Gotu Kola acts as a powerful "brain food", and is known for its ability to enhance mental ability. It supports and improves comprehension , memory and recollection . It coordinates these three aspects of mind power to develop a more effective level of performance. It has a "Vayasthapana effect", meaning that it helps retard the aging process. It is excellent for both internal and topical application. Gotu Kola nourishes the mind-body connection and enhances the psychoneuro immune (PNI) response. It supports the formation of quality blood , as well as the bone marrow and nerves .[citation needed]

Folklore
Gotu Kola is a minor feature in the longevity myth of the Tai Chi Chuan master Li Ching-Yun. He purportedly lived to be 256, due in part to his usage of traditional Chinese herbs including Gotu Kola.

A popular folklore tale from Sri Lanka speaks of a prominent king from the 10th century AD named Aruna who claimed that Gotu Kola provided him with energy and stamina to satisfy his 50-woman harem.

References
^ magiran.com: فصلنامه پزشكي باروري و ناباروري، شماره 29
^ doi:10.1016/j.fct.2003.11.004
^ Microsoft Word - ~9446209.DOC
^ Winston, D., Maimes, S., Adaptogens: Herbs For Strength, Stamina, and Stress Relief, 2007, pp. 226-7
^ A Double-Blind, Placebo-Controlled Study on the Effects of Gotu Kola (Centella asiatica) on Acoustic Startle Response in Healthy Subjects. Journal of Clinical Psychopharmacology. 20(6):680-684, December 2000. Bradwejn, Jacques MD, FRCPC *; Zhou, Yueping MD, PhD ++; Koszycki, Diana PhD *; Shlik, Jakov MD, PhD
^ http://www.herbaled.org/media/sp2v3(a).mov Herbal Ed Smith
^ Natures Medicine by Richard Lucas et al. Prentice Hall, 1979
^ http://www.henriettesherbal.com/archives/best/1994/fo-ti.html Michael Moore "Fo ti"
^ Widgerow, Alan D.; Laurence A. Chait (2000-07). "New Innovations in Scar Management" (abstract). Aesthetic Plastic Surgery 24 (3): 227–234. Springer New York. doi:10.1007/s002660010038. ISSN: 0364-216X (Print) 1432-5241 (Online). Retrieved on 2007-01-28.
^ B. M. Hausen (1993)Centella asiatica (Indian pennywort), an effective therapeutic but a weak sensitizerContact Dermatitis 29 (4), 175–179 doi:10.1111/j.1600-0536.1993.tb03532.x
^ Centella asiatica Herbal Extracts, Centella asiatica Natural Herbal Extracts Co2 Herb Extract
^ Bradwejn, J., Zhou, Y., et al, A Double-Blind, Placebo-Controlled Study On The Effects of Gotu Kola (Centella asiatica) On Acoustic Startle Response in Healthy Subjects, J Clin Psychopharmacol 2000 Dec;20(6):680-4
^ Brinkhause, B., Lindner, M., et al, Chemical, Pharmacological and Clinical Profile of The East Asian Medical Plant Centella asiatica, Phytomedicine 2000 Oct;7(5):427-48
^ Bradwejn, J., Zhou, Y., et al, A Double-Blind, Placebo-Controlled Study On The Effects of Gotu Kola (Centella asiatica) On Acoustic Startle Response in Healthy Subjects, J Clin Psychopharmacol 2000 Dec;20(6):680-4
^ Winston, D., Maimes, S., Adaptogens: Herbs For Strength, Stamina, and Stress Relief, 2007, pp. 226-7
^ Cataldo, A., Gasbarro, V., et al, Effectiveness of the Combination of Alpha Tocopherol, Rutin, Melilotus, and Centella asiatica in The Treatment of Patients With Chronic Venous Insufficiency, Minerva Cardioangiol, 2001, Apr;49(2):159-63

Version 1.2, November 2002
Copyright (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies
of this license document, but changing it is not allowed

Antanan (Pegagan) Meningkatkan Daya Ingat

Untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan eseorang dapat diperoleh dari tanaman Ginko Biloba, khasiat tanaman ini sudah terkenal dan tumbuh di daerah sub tropis.

Salah satu tanaman obat yang tumbuh di Indonesia yang memiliki khasiat sama bahkan memiliki manfaat yang lebih banyak dibanding Ginko Biloba. adalah tanaman Pegagan (Centella asiatica L) atau sering disebut Antanan. Tumbuhnya di tempat yang basah, rawa-rawa, atau di sepanjang tepi sungai. Dan biasanya banyak ditemukan terutama di daerah dataran tinggi dan berbagai tempat seperti sawah, perkebunan teh, dan lain-lain.

Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Pada tiap ruas akan tumbuh akar dan daun dengan tangkai daun panjang dan akar berwarna putih. Dengan berkembang biak secara vegetatif seperti itu, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Hasil uji klinis di India, tanaman ini dapat meningkatkan IQ, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lain membuktikan, tanaman pegagan atau Centella ini dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori seseorang. Karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal sebagai "makanan otak".

Di antara sekian banyak kandungan bahan aktif pada tanaman centella seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan utama yang dikandungnya adalah steroid yaitu triterpenoid glycoside. Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa. Beberapa bahan aktif akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas. Asiatosida berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis tinggi dari glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda rasa nyeri. Dikatakan juga, saponin yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai manfaat mempengaruhi collagen (tahap pertama dalam perbaikan jaringan), misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan.

Mengingat manfaatnya, beberapa negara telah melakukan pembudidayaan,misalnya Hawaii. Bahkan di Oregon, AS, tanaman ini dibudidayakan di rumah kaca oleh Pacific Botanicals, pertanian herba organik. Namun, sebagian besar pasokan pasar berasal dari India yang kualitasnya kurang bagus dan biasanya berwarna kecoklatan. Kita sangat bersyukur, di Indonesia tanaman ini sangat mudah tumbuh dan memiliki kualitas yang sangat baik. Saat ini tanaman pegagan telah dipadukan dengan teh hijau sebagai pilihan terbaru minuman kesehatan. Bisa dibayangkan, teh hijau saja sudah sangat menyehatkan apalagi dipadu dengan daun pegagan yang berkhasiat mencerdaskan otak.
Mari kita jaga kesehatan kita dan keluarga dengan tanaman obat asli Indonesia. Semoga tanaman obat Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Tanaman Obat Antanan atau Pegagan (Centella asiatica)


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Dicotyledone
Ordo: Umbillales
Familia: Umbilliferae (Apiaceae)
Genus: Centella
Spesies: C. asiatica & Hydrocotyle asiatica


Pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pematang sawah ataupun diladang yang agak basah. Tanaman obat ini berasal dari daerah Asia tropik, terssebar di Asia tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman obat ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan Antanan.

Sejak jaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan syaraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Nama Lokal
pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), taidah (bali) sandanan (irian) broken copper coin, buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao (Hanzi)

Jenis Pegagan
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Tanaman obat Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembab dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.

Kandungan
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Sifat dan Manfaat
Tanaman obat Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)

Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

Pengolahan
Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion.

sumber : wikipedia.org
GNU Free Documentation License
Version 1.2, November 2002
Copyright (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies
of this license document, but changing it is not allowed.

Akar Manis


(Glycyrrhiza glabra L,) Familia :Papilionaceae (Leguminosae).
Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis.

Penyakit Yang Dapat Diobati :SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.
Pemanfaatan :
KEGUNAAN
Anti kolestrol.
Bronkhitis.
Batuk.
Mulas
Tukak lambung

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk
Ramuan:
Akar Manis 1,5 gram
Rimpang 8 gram
Daun Sirih 3 lembar
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Tukak Lambung
Ramuan:
Akar Manis 3 gram
Rimpang Kunyit 4 gram
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan
Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

Peringatan
Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

Komposisi :
Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.

Liquorice

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Fabales
Family: Fabaceae
Subfamily: Faboideae
Tribe: Galegeae
Genus: Glycyrrhiza
Species: G. glabra

Binomial name
Glycyrrhiza glabra
Liquorice (UK) or licorice (U.S.) (see spelling differences; pronounced /ˈlɪkərɪʃ, ˈlɪkərɪs, ˈlɪkrɪʃ/, or /ˈlɪkrɪs/) is the root of Glycyrrhiza glabra, from which a sweet flavour can be extracted. The liquorice plant is a legume (related to beans and peas) and native to southern Europe and parts of Asia. It is an herbaceous perennial, growing to 1 m in height, with pinnate leaves about 7–15 centimetres (3–6 inches) long, with 9–17 leaflets. The flowers are 0.8–1.2 cm (1/3 to 1/2 inch) long, purple to pale whitish blue, produced in a loose inflorescence. The fruit is an oblong pod, 2–3 centimetres (about 1 inch) long, containing several seeds.[2]

Cultivation and uses
Liquorice grows best in deep, fertile, well-drained soils, with full sun, and is harvested in the autumn two to three years after planting.[2]

Liquorice extract is produced by boiling liquorice root and subsequently evaporating most of the water (in fact, the word 'liquorice' is derived from the Ancient Greek words for 'sweet root'). Liquorice extract is traded both in solid and syrup form. Its active principle is glycyrrhizin, a sweetener more than 50 times as sweet as sucrose which also has pharmaceutical effects. G. uralensis contains this chemical in much greater concentration.

Main article: Liquorice (confectionery)
Liquorice flavour is found in a wide variety of liquorice candies. The most popular in the United Kingdom are liquorice allsorts. In continental Europe, however, far stronger, saltier candies are preferred. It should be noted, though, that in most of these candies the taste is reinforced by aniseed oil, and the actual content of liquorice is quite low. However, in the Netherlands, where liquorice candy ("drop") is one of the most popular forms of candy, only a few of the many forms that are sold contain aniseed (although mixing it with mint, menthol or with laurel is popular, and mixing it with ammonium chloride creates the very popular salty liquorice known in Dutch as zoute drop.)
Pontefract in Yorkshire was the first place where liquorice mixed with sugar began to be used as a sweet in the same way it is in the modern day.[4]. Pontefract Cakes were originally made there.

Liquorice flavoring is also used in soft drinks (such as root beer), and is in some herbal teas where it provides a sweet aftertaste. The flavour is common in medicines to disguise unpleasant flavours. Dutch youth often make their own "dropwater" (liquorice water) by putting a few pieces of laurel liquorice and a piece of liquorice root in a bottle with water and then shake it to a frothy liquid. Also popular in the Netherlands is a liquorice based liqueur called "dropshot
Liquorice is popular in Italy
(particularly in the South) and Spain in its natural form. The root of the plant is simply dug up, washed and chewed as mouth-freshener. Throughout Italy unsweetened liquorice is consumed in the form of small black pieces made only from 100% pure liquorice extract; the taste is bitter and intense, also popular in the UK too 'L. Imps'. In Calabria a popular liqueur is made from pure liquorice extract. Liquorice is also very popular in Syria where it is sold as a drink. Dried liquorice root can be chewed as a sweet. Black liquorice contains approximately 100 calories per ounce (28g).[6]

Chinese cuisine uses liquorice as a culinary spice for savoury foods. It is often employed to flavour broths and foods simmered in soy sauce.

Other herbs and spices of similar flavour include anise, star anise, tarragon, and fennel.

It is also the main ingredient of a very well known soft drink in Egypt, called عرقسوس ('erk-soos).

Medicinal use

Powdered liquorice root is an effective expectorant, and has been used for this purpose since ancient times, especially in Ayurvedic medicine where it is also used in tooth powders and is known as Jastimadhu. Modern cough syrups often include liquorice extract as an ingredient. Additionally, liquorice may be useful in conventional and naturopathic medicine for both mouth ulcers[8] and peptic ulcers.[9] Non-prescription aphthous ulcer treatment CankerMelts incorporates glycyrrhiza in a dissolving adherent troche. Liquorice is also a mild laxative and may be used as a topical antiviral agent for shingles, ophthalmic, oral or genital herpes.

Liquorice affects the body's endocrine system as it contains isoflavones (phytoestrogens). It can lower the amount of serum testosterone,[10] but whether it affects the amount of free testosterone is unclear. Consuming licorice can prevent hyperkalemia. Large doses of glycyrrhizinic acid and glycyrrhetinic acid in liquorice extract can lead to hypokalemia and serious increases in blood pressure, a syndrome known as apparent mineralocorticoid excess. These side effects stem from the inhibition of the enzyme 11β-hydroxysteroid dehydrogenase (type 2) and subsequent increase in activity of cortisol on the kidney. 11β-hydroxysteroid dehydrogenase normally inactivates cortisol in the kidney; thus, liquorice's inhibition of this enzyme makes the concentration of cortisol appear to increase. Cortisol acts at the same receptor as the hormone aldosterone in the kidney and the effects mimic aldosterone excess, although aldosterone remains low or normal during liquorice overdose. To decrease the chances of these serious side effects, deglycyrrhizinated liquorice preparations are available. The disabling of similar enzymes in the gut by glycyrrhizinic acid and glycyrrhetinic acid also causes increased mucus and decreased acid secretion. It inhibits Helicobacter pylori, is used as an aid for healing stomach and duodenal ulcers, and in moderate amounts may soothe an upset stomach. Liquorice can be used to treat ileitis, leaky gut syndrome, irritable bowel syndrome and Crohn's disease as it is antispasmodic in the bowels.[11]

Liquorice is an adaptogen which helps reregulate the hypothalamic-pituitary-adrenal axis. It can also be used for auto-immune conditions including lupus, scleroderma, rheumatoid arthritis and animal dander allergies.[11]

In traditional Chinese medicine, liquorice is commonly used in herbal formulae to "harmonize" the other ingredients in the formula and to carry the formula into all 12 of the regular meridians[12] and to relieve a spasmodic cough.

In traditional American herbalism it is used in the Hoxsey anti-cancer formula.

source: http://en.wikipedia.org
Prof. Dr. Otto Wilhelm Thomé Flora von Deutschland, Österreich und der Schweiz 1885, Gera, Germany

Author Shizhao
鬼针草(Bidens pilosa)

Scientific classification:
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Genus: Bidens
Species: B. pilosa
Binomial name : Bidens pilosa

Bidens pilosa is a species in the plant family Asteraceae. It is considered a weed in some tropical habitats. However, in some parts of the world it is a source of food. They sprout individual flowers which are small, yellow and usually contain 4 to 5 white petals. The seeds are black and contain 4-5 black burs which cling to livestock and humans.

The plant is known under many different names:

Afrikaans: knapsekêrel (from Kaapse kerwel, literally "Cape Chervil")Also, Black Jack.
Bontoc: nguad, puriket
English: broom stick, broom stuff, cobbler's pegs, devil's needles. Known in Australia as farmers friends, pitchforks, etc
Fijian: batimadramadra, matakaro, matua kamate, mbatikalawau
Filipino: pisau-pisau
French: bident hérissé, herbe d'aiguille, herbe villebague, piquants noirs
Hawaiʻian: kī, kī nehe, kī pipili, nehe
Ibatan: dadayem
Japanese: ko-sendangusa
Maori (Cook Islands): kamika tuarongo, nīroa, piripiri, piripiri kerekere, piripiri nīroa
Niuean: kofetoga (=Tongan bamboo, i.e.: junk bamboo)
Futunan: tae puaka (=pig shit)
Pukapukan: pilipili
Spanish: acetillo, amor seco, arponcito, asta de cabra, bidente piloso, cacho de cabra, cadillo, hierba amarilla, masquia, mazote, papunga chipaca, pega-pega, perca, rosilla, sirvulaca
Tahitian: piripiri (=sticker)
Tongan: fisi‘uli (=black flower)
Source: wikipedia.org

Ajeran


(Bidens pilosa L.)


Sinonim :
Bidens sundaica Blume (1826), Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. (1836), Bidens pilosa L. var. minor (Blume) Sherff (1925).

Familia :
Asteraceae (Compositae).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Mendinginkan, rasa pahit, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Antiinflamasi, antipiretik, dan antiseptik.

KEGUNAAN
1. Demam.
2. Pencernaan tidak baik.
3. Rematik (nyeri persendian).
4. Selesma.
5.Usus buntu.
6.Wasir.

RAMUAN DAN TAKARAN

Selesma dan Demam
Ramuan:
Herba Ajeran (3 gram)
Babakan Pule (200 mg)
Daun Sembung (3 gram)
Daun Poko (2 gram)
Air (130 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Usus Buntu
Penyakit usus buntu harus segera ditangani oleh dokter. Bila karena sesuatu hal, dokter belum dapat ditemui, ramuan ini dapat digunakan.

Ramuan:
Herba Ajeran (5 gram)
Air (120 ml)

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 20 hari.

Komposisi :
Alkaloid poliina, saponin, zat pahit, minyak atsiri, dan zat samak.


Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa). NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o. NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.

Sumber : http://www.ipteknet.id/

Adem Ati



Adem Ati (Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)
Sinonim : Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.)
Vill.Familia : Lauraceae.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan. KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw).

NAMA ASING:
NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Pemanfaatan :
Akar:
1. Mencret.2. Kencing manis.3. Radang usus.4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):1. Bisul;2. Luka berdarah;3. Obat penenang;4. Radang kulit bernanah;5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN
Ramuan Kencing Manis :
Akar Adem Ati 5 gramDaun Salam segar 4 lembarAir 140 ml Cara pembuatan:Dibuat infus.Cara pemakaian:Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.Mencret,

Ramuan Radang Usus :
Akar Adem Ati 6 gramRimpang Kunyit segar 6 gramAi 110 mlCara pembuatan:Dibuat infus atau diseduh. Cara pemakaian:Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan
Ramuan Bisul :
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya Daun Sambilata secukupnya Air secukupnya Cara pembuatan:Dipipis hingga berbentuk pasta.Cara pemakaian:Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu. Lama pengobatan: Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi :
Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

Contact Us

edhi_sandra@yahoo.com

Edhi Sandra :
Jl. Kemuning VI Blok M VI No. 9
Taman
Cimanggu, Bogor
Jawa Barat - Indonesia
Telp. / Fax : (0251) 344879
hp 08128213720,
0817154375

Rhino H. Pranapati
Jl. Alam Asri Raya K/43, Viladago Pamulang

Tangerang - Banten
Telp : 021-92080100

Fennel (Foeniculum vulgare) is a plant species in the genus Foeniculum (treated as the sole species in the genus by most botanists). It is a hardy, perennial, umbelliferous herb, with yellow flowers and feathery leaves, grows wild in most parts of temperate Europe, but is generally considered indigenous to the shores of the Mediterranean, whence it spreads eastwards to India + Even in England in Bedfont Lakes Country Park and Thurrock . It has followed, especially where Romans have colonized, and may be found growing wild in many parts of the world upon dry soils near the sea-coast and upon river-banks. It is a member of the family Apiaceae. It is a highly aromatic and flavorful herb with culinary and medicinal uses, and is one of the primary ingredients of absinthe. Fennel is used as a food plant by the larvae of some Lepidoptera species including the Mouse Moth and the Anise Swallowtail.

Klik gambar untuk perbesar

Fennel (Foeniculum vulgare) is a perennial herb, meaning that it grows year-round. It is erect, glaucous green, and grows to heights of up to 2.5 m, with hollow stems. The leaves grow up to 40 cm long; they are finely dissected, with the ultimate segments filiform, about 0.5 mm wide. Its leaves are similar to those of dill, but thinner. The flowers are produced in terminal compound umbels 5–15 cm wide, each umbel section having 20–50 tiny yellow flowers on short pedicels. The fruit is a dry seed from 4–10 mm long, half as wide or less, and grooved.Source :
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Foeniculum_vulgare.JPG

GNU Free Documentation License
Version 1.2, November 2002
Copyright (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies
of this license document, but changing it is not allowed.

Source: from Koehler's Medicina
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Apiales
Famili:
Apiaceae
Genus:
Foeniculum
Spesies:
F. vulgare
Nama binomial
Foeniculum vulgare

Mill.l-Plants 1887

Source:

- from Koehler's Medicinal-Plants 1887

- http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Koeh-148.jpg

Versi 1.2, November 2002
Hak Cipta (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
Semua orang diperbolehkan untuk menyalin dan mendistribusikan
salinan sama persis dari dokumen lisensi ini, namun
tak diperkenankan untuk mengubahnya.

Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

(Foeniculum vulgare Mill.)
Sinonim :
= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
Familia :
Apiaccae (Umbelliferae)

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

KEGUNAAN:
Buah bermanfaat untuk mengatasi :
- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
muntah, diare,
- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
- air susu ibu (ASI) sedikit,
- putih telur dalam kencing (proteinuria),
- susah tidur (insomnia),
- buah pelir turun (orchidoptosis),
- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
- pembengkakan saluran sperma (epididimis),
- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
- rematik gout, dan
- keracunan tumbuhan obat atau jamur.

Daun berkhasiat mengatasi :
- batuk,
- perut kembung, koilk,
- rasa haus, dan
- meningkatkan penglihatan.

CARA PEMAKAIAN :
Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Batuk
a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
sehari, sampai sembuh.

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Sesak napas
a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
sampai sembuh.

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

3. Sariawan
Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
3/4 gelas.

4. Haid tidak teratur
Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

5. Batu empedu
Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air
panas. Min

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
3. Menghilangkan dingin dan dahak.
4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

Lain-lain :

Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/


Link Cinta Herbal :

1. Emilia 2. Satellite Community 3. Tissue Culture 4. Edy Maryanto 5. Susilo 6. 88th 7. Just knowvie 8. INFO - TIPS - TRIK - PELUANG BISNIS9. Articles Modern10. Laptop Murah11. Go Green Indonesia12. Fit4all13. My Avail14. bundarie15. Pusat Sehat dan Aura16. Kiat Sehat17. mei18. Laser Hair Removal19. The Best Free Musics20. Fun Bikes to work21. Pito Mountain Bike22. The King of Candles23. aramkool24. eskopidantipi25. fhian8726. Articles Modern27. Balance in Diet28. Study Abroad29. All About Handphone30. 31. BALI INFORMATION32. About Jakarta33. Jakarta Tempo Doeloe34. MEDIA KITA35. INVESTMENT WATCH36. hasim37. Make Bussiness
38. Make Money39. umbultech.com40. Sari Mengkudu41. mylearningdays.com42. Obat Alami43. Indonesian Herbal44. Jack Vialdy45. Blogranking46. Get What You Want47. Kotajepara.Com48. Relife49. e-salim.com50. Seo Test51. Who Make Contest52. hamidz53. Blog Tips54. THE EDY MARYANTO55. Indospiritual.Com56. Sehat Herbal57. Rumah Obat Alami58. All in One59. Indonesian Hospital Equipment60. Virgin61. Ningtyas Foto Gallery62. Ningtyas Indri63. Jual Hormon Tanaman64. Setia Hati65. Babezacki66. HKTI67. Prabowo Subianto68. PSHT Semarang69. Eating Healthy Nutritious Food70. VIDEO SOFT71. yulia72. eBOOK GRATIS73. AYO BISNIS74. Sexy Woman
75. Wiran76. Gadget Information77. Virtual Writer78. Medan Blogger79. Badan POM80. Mohammad81. Ask Ms Recipe82. The Third Muse 83. Ganis.4684. Tanaman Obat Ipteknet85. chronic chick talk86. Blog Contest Station87. Online Zuperstore88. Work at Home89. OZS Blog90. V1g191. Andi Prijono92. Coklat Edible93. dodi338494. SehatHerbal.Com95. Teeth Whitening96. Anti Agieng Products97. My second trial98. BAGAK99. MURHANANTO100. GREGOR101. Gratis-Download103. Titik Retnowati104. herbal4life105. JavaJamu106. Smart Google ADSENSEnse107. ALZAHRA School108. Miftakululum109. lina thea110. Soesilo SMART MAKE MONEY 111.Cancer Hospital 112.Natural Herbs
113. balanceindiet.com 
 114. jualtabita   115. skincaretabita.blogspot.com   116. rosesdailyjournal.blogspot.com  
You're next!... (comment plz..) add link disini....
dan Pasang link ini di blog anda...
Indonesian Herbal

Atau ini...



Jangan lupa untuk meninggalkan pesan atau komentar pada postingan yang anda sukai, terima kasih. Semoga bermanfaat,

Salam Sejahtera dan Sehat Selalu






go green Indonesia!

Search Engine Submission - AddMe

Privacy Policy for www.indonesian-herbal.blogspot.com

Privacy Policy for www.indonesian-herbal.blogspot.com

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at rhamuq@gmail.com.

At www.indonesian-herbal.blogspot.com, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by www.indonesian-herbal.blogspot.com and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, www.indonesian-herbal.blogspot.com makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
www.indonesian-herbal.blogspot.com does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on www.indonesian-herbal.blogspot.com.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to www.indonesian-herbal.blogspot.com and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on www.indonesian-herbal.blogspot.com send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

www.indonesian-herbal.blogspot.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. www.indonesian-herbal.blogspot.com's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.
So far, we have created ... 49,494 Privacy Policies.

Grab the HTML for this Privacy Policy
Create another Privacy Policy

Karies dan Diet

Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang disebabkan oleh beberapa faktor, saya rasa sudah perbah saya bahas dan dipostingan sebelumnya anda akan lebih jelas mengenai karies :). Diet salah satu trend anak muda sekarang terutama bagi para remaja putri yang ingin tampil lebih PD dan menjaga kelangsingan tubuhnya. Namun apa hubungan antara karies dan diet ya? disini saya akan coba menjelaskan sedikit.


Pada dasarnya hubungan antara karies dan diet sangat simpel dan mudah untuk dimengerti, beberapa orang yang menjalani diet sehat dan berprilaku hidup sehat akan mengalami penurunan masalah gigi. mengapa demikian, hal ini dikarenakan konsumsi gula pada tubuh dikurangi dan lebih banyak mengkonsumsi bahan atau makanan dengan pemanis alami seperti buah-buahan yang sangat baik bagi tubuh maupun bagi kesehatan gigi dan mulut. Apabila kita mengkonsumsi buah-buahan seperti apel, apel secara tidak langsung akan membantu membersihkan gigi secara alami bisa diibaratkan kita menggosok gigi, nah sangat dianjurkan untuk menu penutup menggunakan apel atau ganti snak anda dengan buah - buahan. Selain gigi dan mulut kita sehat maka badan kita tetap langsing :).

Hubungan antara diet dan karies erat sekali kaitannya dengan jumlah konsumsi pemanis atau gula yang dikonsumsi oleh tubuh kita, sebenarnya Tuhan telah menciptakan gigi dan mulut kita sebagai gerbang dan peringatan yang sangat luar biasa. bagai mana tidak, apabila makanan yang kita konsumsi tidak baik bagi tubuh atau merugikan maka gelaja yang nampak akan terlihat pada daerah disekitar rongga mulut seperti : Amandel, sariawan, bibir pecah - pecah, karies, sakit tenggorokan dan lain - lain. maka kenali makanan yang anda konsumsi. Sangat dianjurkan untuk kembali ke pola hidup sederhana dan kembali ke alam. Saran saya mulai sekarang tinggalkan makanan dengan bahan kimia dan kembalilah Natural.

Sekedar tambahan:
Ingat pengolahan masakan dengan MSG mengidikasikan pembuat makanan kurang cakap mengolah bahan masakan dengan paduan bumbu - bumbu yang tersedia. apabila seorang koki atau tukang masak bisa mengolah bahan makanan dan bumbunya tidak perlu ditambah bahan penyedap.

Amandel

Terima kasi sebelumnya untuk masukan rekan-rekan yang masih berkenan untuk membangun kesehatan gigi menjadi lebih baik. Mohon maaf sebesar-besarnya baru bisa posting. Kali ini saya akan membahas mengenai Amandel. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Beberapa pertanyaan yang ada dibenak kita seberapa bahaya penyakit ini? Sebenarnya amandel sendiri memang selalu ada pada setiap tubuh manusia, disini kita menyadari betapa menakjubkannya sistem tubuh manusia. Amandel sendiri merupakan salah satu sistem proteksi tubuh.


Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Amandel sendiri berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh. Oleh karena itu kelenjar amndel ini meradang. Peradangan pada Kelenjar amandel ini disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan. Peradangan tonsil yang akut ataupun pembengkakan tonsil yang tidak terlalu besar dan tidak menghalangi jalan pernapasan, serta tidak menimbulkan komplikasi tidak perlu dilakukan pembedahan/operasi, karena tonsil yang terbuat dari jaringan getah bening dapat berfungsi mencegah tubuh agar tidak terkena penyakit yang berhubungan dengan infeksi.

Beberapa upaya yang dapat kita lakukan sendiri dirumah untuk pencegahan, perawatan dan pengobatannya dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

* Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
* Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
* Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
* Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
* diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
* Istirahat yang cukup.

Namun apabila radang amandel kronis dengan pembengkakan tonsil yang terlalu besar sehingga mengakibatkan terganggunya jalan pernapasan, atau munculnya komplikasi, biasanya diperlukan pembedahan/operasi untuk mengeluarkan tonsil. Apabila terjadi peradangan yang kronis disarankan untuk berkonsultasi kedokter spesialis THT untuk penanganan dan tidakan selanjutnya.

Mudah-mudahan bisa sedikit membantu :) Senang rasanya bisa ngeblog lagi :) sekali lagi saya minta maaf.